SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Setelah Khofifah Indar Parawansa mendaftar sebagai calon gubernur (Cagub) ke Partai Demokrat, peta politik menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) makin jelas. Partai Golkar yang sudah final mendukung Khofifah terus berkomunikasi dengan Partai Nasdem dan Hanura, untuk berkoalisi. Namun, tiga partai ini hanya miliki 17 kursi. Demokrat tampaknya punya nilai tawar tinggi, lantaran memiliki kursi 13 di DPRD Jatim. Di lain pihak, DPP PDIP menyiratkan berkoalisi dengan PKB. Hanya saja, keputusan rekom Cagub dan Cawagub masih digodok.
Laporan : Riko Abdiono – Ibnu F Wibowo, Editor : Ali Mahfud
DPP Partai Golkar menegaskan bahwa keputusan mendukung Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur (Cagub) Jawa Timur sudah final. Untuk itu, semua pengurus DPD Partai Golkar baik ditingkat I sampai tingkat II di 38 kabupaten/kota untuk mematuhinya. Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I (Jawa-Sumatera) Nusron Wahid mengatakan, keputusan mengusung Khofifah sudah final dan pasti. Pasalnya Ketua Umum Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham sudah menandatangani keputusan itu. “Keputusan untuk Bu Khofifah itu resmi dan final, Ketua dan Sekjen sudah tanda tangan semua,” tegas Nusron, saat ditemui di Surabaya, Selasa (3/10/2017).
Saat ini, Partai Golkar hanya tinggal menunggu sikap dari Partai Demokrat. Meski sudah ada pembicaraan sebelumnya dengan elit Demokrat soal Pilgub Jatim. Terutama dalam hal siapa calon wakil Gubernur pendamping Khofifah, Partai Golkar berharap nama cawagub diusulkan oleh Demokrat. “Cawagub kita menunggu dari Demokrat, siapa saja terserah, asal cocok dengan Bu Khofifah,” cetus Nusron.
Selain itu, Nusron juga memberikan warning keras kepada pengurus DPD Partai Golkar Jawa Timur agar menjalankan keputusan DPP Partai Golkar. Nusron bersama DPP akan bersikap tegas jika ada pihak-pihak di Golkar Jatim yang tidak mengikuti keputusan DPP. “Secepatnya kita sosialisasikan keputusan mendukung Khofifah ini ke DPD, dan DPD wajib menjalankan keputusan ini. Kalau ada yang tidak menjalankan kami akan beri sanksi tegas,” papar Nusron.
Di hari yang sama, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengungkapkan bahwa Golkar tengah menyamakan barisan dengan Partai Nasdem dan Hanura untuk pemenangan calon yang diusungnya dalam Pilgub Jawa Timur 2018, yakni Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan bahwa Golkar juga sudah berkomunikasi dengan pimpinan Partai Nasdem dan Hanura soal dukungan kepada Khofifah.
Jika koalisi Golkar, Hanura dan Nasdem mengusung Khofifah hanya 17 kursi sehingga harus mencari dukungan partai lain, yaitu kemungkinan Demokrat yang memiliki kursi 13 di DPRD Jatim. "Meski dengan Demokrat belum, kendati Khofifah sudah mendaftar. Tapi kami juga belum berani untuk menyebut berkoalisi dengan Demokrat karena belum ketemu Ketua umumnya. Saya baru ketemu dengan Pak Surya Paloh dan Ketum Hanura," papar Idrus.
Ditanya mengenai calon wakil gubernur yang akan disandingkan dengan Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu, Idrus enggan menyebutkan nama. Dan menyerahkan sepenuhnya dengan Khofifah dan partai yang akan menjadi koalisi. "Untuk calon wakil kami menyerahkan sepenuhnya kepada Khofifah dan partai koalisi siapa nama yang diajukan dan dipilih mendampingi. Yang pasti kita akan deklarasikan bareng-bareng semua partai," sebut Idrus.
Sinyal PDIP
Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah memberikan isyarat kuat bahwa partainya bersama PKB akan mengusung Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada pilgub Jatim 2018. Sedangkan, untuk cawagubnya ada empat nama. Yakni, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Ngawi Budi 'Kanang' Sulistyono, Ketua PDIP Jatim Kusnadi dan Sekretaris PDIP Jatim Sri Untari. Nama Untari menarik diamati karena selama ini tidak pernah masuk bursa cawagub dan tidak mendaftar di DPD. Justru nama anggota DPRD Jatim Suhandoyo yang menghilang.
"Pilgub Jatim itu bagian tak terpisahkan dari konstelasi politik nasional. Untuk itu, membutuhkan peningkatan kerja sama nasionalis dan golongan Islam. Ini dalam rangka menjaga rongrongan kelompok yang ingin mengubah ideologi Pancasila," ungkapnya ditemui di kampus Unair Surabaya, kemarin.
Ketua Umum PP PA GMNI ini mengatakan, Jatim diwakili kekuatan besar kaum nasionalis dan Islam, yakni PKB dan PDIP. Dalam rangka itu PDIP akan bekerja sama dengan NU dan PKB di Jatim. "Siapa yang akan diusung? Kita melihat siapa cagub yang didukung kiai NU. Saya sudah laporkan ke Ketum Bu Megawati. Nanti rekom akan keluar satu paket pasangan. Sekarang masih penggodokan wakil. Para kiai NU sudah menyerahkan ke Ibu Mega," jelasnya.
Ditanya soal deklarasi, Basarah mengatakan pihaknya menunggu penetapan pasangan. “Lihat saja nanti persatuan umat NU dan kaum Marhaen di Jatim. Insya Allah menang pilgub Jatim. Kita terus mantapkan konsolidasi dengan parpol lain koalisi," tandasnya. n
Editor : Redaksi