Bahayanya Aplikasi WhatsApp dan Pokemon Go Bagi Perusahaan

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Jepang – Aplikasi WhatsApp dan Pokemon Go termasuk aplikasi yang ditakuti beberapa perusahaan. Firma mobile security Appthority, membeberkan aplikasi-aplikasi yang sering diblokir dalam laporan Enterprise Mobile Security Pulse terbaru melalui penilaian bernama 'mobile risk scores'. Appthority mengungkapkan, banyak perusahaan cenderung memblokir aplikasi yang dapat memunculkan lokasi melalui GPS dan informasi mengenai daftar kontak. Setelah WharsApp sekarang giliran Pokemon Go dalam daftar hitam. Namun alasan utamanya, seperti diungkapkan Appthority, pemblokiran dilakukan karena Pokemon Go dapat mengakses daftar alamat, kamera, dan lokasi pengguna. Lain halnya dengan perangkat Android, aplikasi yang masuk daftar hitam justru dikarenakan mereka mengandung malware. 'Poot-debut[W100].apk' menduduki peringkat teratas dalam daftar milik Appthority, yang diikuti oleh AndroidSystemTheme, Where's My Droid Pro, Wild Crocodile Simulator, dan Chicken Puzzle. Appthority juga mengatakan, penilaian dalam 'mobile risk scores' didasari oleh tingkat kerawanan dan risiko dalam membocorkan data. Aplikasi seperti Uber, WhatsApp, dan Facebook Messenger menjadi yang paling beresiko dalam perangkat berbasis Android terkait kepentingan perusahaan. Sedangkan untuk iOS, Facebook, Pandora, dan Yelp cenderung menyebabkan pembobolan keamanan sistem. "Mayoritas aplikasi berbasis Android dihindari karena terdeteksi malware didalamnya. Sedangkan di iOS, akses data dan kemampuan untuk melacak lokasi menjadi perhatian terbesar bagi penggunanya," tutur juru bicara Appthority, Jumat (6/10/2017). "Sistem keamanan milik perusahaan harus memahami aplikasi apa saja yang sering digunakan, resiko yang mereka bawa, dan bagaimana penggunaan mereka memicu ancaman, agar data perusahaan menjadi lebih aman," ujar Domingo Guerra, Presiden Appthority. Pada Juli lalu, Trend Micro, perusahaan keamanan software asal Jepang, dan VMware, anak perusahaan Dell yang menyediakan layanan cloud computing, bekerja sama untuk melawan isu mobile security dalam perusahaan. Mereka berencana untuk membuat solusi baru yang akan menghapus secara otomatis segala bentuk ancaman dalam jaringan perusahaan. Ia juga menambahkan, dengan maraknya BYOD (Bring Your Own Device) dan COPE (Create Once, Publish Everywhere), banyak aplikasi-aplikasi yang umum digunakan mencari cara untuk masuk ke dalam sistem dan menimbulkan risiko untuk mengakses data perusahaan. hm

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru