SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka mengantisipasi kenaikan konsumsi beras selama Ramadhan 1447 H yang diperkirakan sekitar 25 persen dibanding hari biasa, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan membuat masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
"Kami sebenarnya sudah menyelenggarakan GPM dan saat Ramadhan diintensifkan supaya masyarakat bisa mudah menjangkau (membeli) beras. Kalau secara tren memang ada peningkatan, prediksinya 25 persen," ujar Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Elfiatur Roikhak, Kamis (19/02/2026).
Sementara itu, diketahui adanya peningkatan konsumsi beras disebabkan banyak faktor, seperti untuk memenuhi kebutuhan memasak saat untuk berbuka puasa dan sahur, kemudian juga karena adanya pelaksanaan tradisi megengan oleh masyarakat.
Sedangkan berdasarkan data yang diterima dari Dispangtan Kota Malang, per tahunnya konsumsi beras masyarakat di wilayah setempat mencapai 60 ribu ton. Rata-rata per bulan pihaknya perlu memenuhi kebutuhan beras paling tidak 5.000 ton dan saat ini persediaan komoditas tersebut di pasar sekitar 75.667,83 ton.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Perum Bulog, stok beras masih ada 500 ton dan bisa untuk 10 bulan lebih," ucap dia.
Selain dengan Bulog, pihaknya turut berkoordinasi dengan sejumlah daerah yang menjadi sentra penghasil beras di Jawa Timur guna menjaga rantai pasok ke Kota Malang. Selain sebagai langkah menyikapi prediksi peningkatan jumlah konsumsi beras, GPM sekaligus menjadi langkah pemerintah daerah tersebut menjaga kestabilan harga di pasar sesuai ketentuan HET pemerintah pusat.
Sehingga, diharapkan pula strategi ini mampu meminimalkan lonjakan harga di tengah adanya potensi kenaikan kebutuhan konsumsi masyarakat. "Karena ini (prediksi kenaikan konsumsi) sampai H+7," tuturnya. ml-02/dsy
Editor : Redaksi