Akankah Youtube Menggeser TV?

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com-Jakarta, Jaman sudah semakin canggih. Masyarakat semakin terdepan. Teknologi seakan jadi kebutuhan yang hampir menggeser kebutuhan utama. Contoh kongkritnya adalah youtube. Youtube yang semakin canggih dan sangat mudah diakses. Sebuah vidio hasil kolaborasi rapper Young Lex dengan sejumlah YouTuber lain dari Indonesia. Menyatakan bahwa youtube akan merebut posisi TV. Diunggah pada Maret 2016, video yang telah mengumpulkan lebih dari 36,5 juta view tersebut seakan menekankan preferensi generasi muda yang lebih menyukai konten di internet ketimbang media elektronik konvensional seperti televisi. Awal tahun ini, YouTube mengumumkan para penggunanya di seluruh dunia menghabiskan i milliar jam tiap hari untuk menonton video. Meski masih terpaut jauh dibandingkan TV yang disaksikan selama 1,25 miliar jam di wilayah Amerika Serikat, namun menurut data Nielsen, di periode yang sama seperti dilansir CNBC, angka viewershipYouTube itu sudah meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumya pada 2012. Durasi waktu menonton di YouTube juga cenderung terus meningkat, sementara TV sebaliknya. Bukan tidak mungkin suatu ketika YouTube bisa menyalip TV sebagai pilihan utama dalam menyaksikan konten video. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini sudah terjadi di kalangan muda. Sebuah survei oleh Comscore tahun lalu, misalnya, menunjukkan bahwa kaum Millenial usia 18-35 tahun lebih menyukai YouTube ketimbang TV sebagai penyedia konten video. Lantas, seperti apa masa depan televisi? Sebagai salah satu sosok terkenal di YouTube dengan jumlah subscriber hampir delapan juta di kanalnya, Casey Neistat selaku youtuber asal Amerika mengaku masih optimis dan merasa TV akan terus ada. Hanya saja, menurut Neistat, batas-batas antara TV dan YouTube akan semakin kabur.. "Yang menarik dari tren ini adalah, bagaimana YouTube menciptakan peluang untuk konten bergaya baru, dan menyediakan outlet kreativitas untuk tiap orang," kata Neistat. Karena itu, lanjut Neistat, yang akan menjadi tidak relevan bukanlah industri TV itu sendiri, melainkan peranannya sebagai penentu tren satu arah di masyarakat. iy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru