Permintaan Sarung Tenun Goyor Jombang Melonjak di Momen Musim Haji 2026

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siti Khoirumah (41) saat melipat sarung tenun goyor milik pelanggan. SP/ JBG
Siti Khoirumah (41) saat melipat sarung tenun goyor milik pelanggan. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Para perajin sarung tenun goyor di Dusun Pengaron, Desa Pengaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali menghirup udara segar pasca kebanjiran pesanan di sejumlah rumah produksi setempat di momen Musim Haji 2026. Bahkan, para perajin menenun benang menjadi sarung berkualitas yang siap menjadi oleh-oleh atau souvenir haji.

Berbeda dari hari-hari biasa, suasana di tempat pembuatan sarung tenun goyor miliknya terlihat lebih sibuk lantaran terus menerima pesanan, terutama untuk cenderamata musim haji. 

Siti Khoirumah, pemilik usaha sarung tenun goyor, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Meskipun saat musim haji ini tidak seramai puncak permintaan Ramadan lalu, geliat usaha yang telah dirintisnya puluhan tahun ini tetap positif.

"Alhamdulillah, untuk musim haji ini ada peningkatan permintaan, terutama untuk souvenir haji. Memang tidak sebesar saat Lebaran kemarin yang naik sampai 200 persen, tapi ini cukup membantu. Banyak pesanan yang harus kami selesaikan untuk para jemaah yang akan berangkat," ungkap Siti.

Bahkan, dalam satu minggu biasanya ia memproduksi sekitar 15 potong sarung. Harga yang dibanderol pun bervariasi, mulai dari Rp250 ribu per potong untuk jenis tertentu. Selain itu, keistimewaan sarung tenun goyor buatannya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

"Harga macam-macam. Kalau warna alam (pewarna alami) lebih mahal, rata-rata di atas Rp200 ribu per meter. Sedangkan kalau kain sintetis sekitar Rp100 ribu per meter," terangnya.

Meskipun permintaan di musim haji tidak seramai bulan suci Ramadan, pemasaran sarung tenun goyor asal Desa Pengaron ini ternyata sudah merambah berbagai daerah, seperti Kalimantan, Banyumas, dan tentu saja dari berbagai pondok pesantren di sekitar Kabupaten Jombang. "Dengan harga mulai Rp250 ribu per potong, kualitas sarung tenun goyor ini sebanding dengan proses pembuatan yang membutuhkan ketelitian tinggi serta keunikan rasa nyaman yang tidak ditemukan pada sarung biasa," tutup Siti. jb-01/dsy

Berita Terbaru

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dosen Hukum Korporasi Universitas Merdeka Madiun, Angga Pramodya Pradhana, mempertanyakan dasar hukum perubahan kebijakan Pemkot…

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mengatasi dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan salurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat, Selasa (28/7)…

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Inovasi, komitmen, dan keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga membuahkan a…

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pagi itu, suasana di Jalan Sumber Mulyo IV, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, terasa berbeda. Di antara deretan rumah w…

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Taman Budaya Cak Durasim Surabaya, Rabu (29/7/2026). Dalam k…

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada 1.258 mahasiswa peserta program kuliah kerja nyata (KKN) Universitas …