Siapa yang tidak percaya dengan penampilan Yulia Siska. Kendati umurnya sudah 48 tahun, namun perempuan asal Desa Lumutan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur itu selalu berpenampilan rapi, bahkan terkesan tajir. Namun ternyata, penampilan Yulia hanyalah kedok semata. Sebab, Yulia ternyata seorang tukang tipu. Saat beraksi di Surabaya, kedok wanita ini terbongkar. Mengapa ia nekat menjadi tukang tipu? Berikut kisahnya yang dilaporkan Narendra Bakrie, wartawan Surabaya Pagi.
---------
Meski rumahnya di Bondowoso, Yulia ternyata tidak kehabisan akal untuk meraup keuntungan dengan cara menipu di Surabaya. Sebelum berangkat ke Surabaya, dia berdandan secantik mungkin. Jika jilbab sudah terpakai, dengan tas yang ditentengnya ia pun berangkat dari Bondowoso ke Surabaya menggunakan bus atau kereta api. Di dalam tasnya, sejumlah perhiasan layaknya emas dibawanya sebagai bekal.
Mengapa perhiasan-perhiasan mirip emas itu sebagai bekalnya? Sebab, sejak berangkat, Yulia sudah merencanakannya. Yaitu, menjual perhiasan tersebut ke pedagang emas di Surabaya. Nah, Kamis (5/10/2017) kemarin, dia menuju Pasar Atum Surabaya. Dia menyasar seorang pembeli emas yang ternyata sudah pernah membeli perhiasan-perhiasan yang dijualnya.
Tetapi kali ini, kedok Yulia terbongkar. Bukannya membeli perhiasan yang dibawanya, sang pembeli malah menangkap basah Yulia dan menyerahkannya ke keamanan Pasar Atum bahkan polisi. "Setelah kami mendapat laporan itu, kami menuju pasar atum untuk mengamankan ibu itu (Yulia, red). Dugaannya, ibu itu menjual emas palsu," kata Kapolsek Pabean Cantikan, Kompol Nur Suhud, Jumat (6/10/2017).
Kompol Nur Suhud menambahkan, Yulia diamankan oleh sang pembeli, atas dasar daya ingat sang pembeli yang sebelumnya pernah membeli emas milik Yulia. Sebab emas yang dibelinya dari Yulia pertama kali, ternyata palsu. "Dan benar, ternyata ibu itu membawa sejumlah perhiasan emas diduga palsu di dalam tasnya. Dan saat ini ibu itu sudah kami tahan," bebernya.
Kendati awalnya membantah, namun pada akhirnya Yulia mengakui bahwa perhiasan-perhiasan yang dibawanya memang emas palsu. Yulia mengaku, emas itu dibelinya dari seseorang yang tidak dikenalnya pada saat dirinya di dalam bus menuju Surabaya. Namun penyidik meyakini, itu hanyalah alibi Yulia saja. "Kami masih terus mendalami dan mengembangkan kasus ini. Siapa tahu kami mendapat petunjuk ada komplotan di balik ibu ini," tegas Kompol Nur Suhud.
Saat diamankan ke Mapolsek Pabean Cantikan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Yulia nampak tenang. Tak ada raut sedih maupun sesal dari wajahnya. Namun, dari balik jilbab hitamnya, terurai rambut pirangnya. Siapa sebenarnya Yulia? Dari mana emas palsu yang dibawanya? Hingga kini penyidik masih terus bekerja untuk mengungkapnya.
"Meski baru satu korban yang melapor kepada kami. Kami menduga ada korban-korban lain dari ibu ini. Saya berharap, masyarakat yang menjadi korban ibu ini, segera melapor kepada kami ataupun ke kantor polisi terdekat," tutup Kompol Nur Suhud. n
Editor : Redaksi