SURABAYAPAGI.com, Amerika- Lagi-lagi Iklan produk sabun Dove dikecam. Penyebabnya adalah pariwara itu dianggap menunjukkan sikap diskriminasi terhadap ras. Dianggap menyudutkan ras berkulit hitam.
Ini bukan pertama kalinya iklan Dove dianggap tendensius dan menyinggung soal ras. Pada 2011, iklan hampir serupa juga dibuat yang akhirnya dikritik habis-habisan.
Pertama kalinya iklan itu beredar di dunia maya yang diunggah oleh seorang penata rias bernama Naythemua dalam laman akun facebooknya. Iklan itu memperlihatkan seorang perempuan kulit hitam mengenakan kaus berwarna cokelat, kemudian membuka kausnya dan berubah menjadi wanita kulit putih setelah menggunakan sabun Dove. Setelah itu, wanita kulit putih melakukan hal sama dan berubah menjadi wanita Asia.
Menurut Naythemua seperti yang ditulis dalam kolom penejelasan menuliskan kalau pembuat iklan ini tidak peka dan menyudutkan kaum kulit hitam di Amerika Serikat.
"Seperti apa yang Amerika katakan soal orang kulit hitam, adalah kami dinilai dari warna kulit kami dan itu termasuk apa yang dianggap cantik di negara ini. Kalau mereka tahu membedakan warna kulit adalah masalah di dunia ini, dan mereka tetap memajang iklan ini, maka mereka benar-benar tuli," tulis Naythemua.
Walaupun demikian, belum diketahui secara pasti apakah iklan itu memang akan ditujukan buat pasar AS atau tidak. Hanya saja pihak Dove, yang merupakan salah satu merek dari perusahaan besar Unilever, buru-buru meminta maaf terkait iklan dianggap rasis itu.
"Gambar yang kami unggah di Facebook tidak nampaknya tidak sesuai dengan tujuan kami warna kulit perempuan secara tepat. Kami menyesali dampak yang ditimbulkan," tulis pihak Dove melalui akun Twitter mereka. hm
Editor : Redaksi