Menhub: Tol Laut Perlu Peningkatan Berkala

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Perhubungan RI Budi Karya berharap ada peningkatan dalam layanan Tol Laut. Hal tersebut diungkapkan dalam kunjungannya ke Surabaya, kemarin. "Kunjungan ini salah satunya adalah bagian dari inspeksi yang saya lakukan. Disini, kita mengevaluasi secara rutin. Apa Tol Laut sudah maksimal dan lebih baik dari sebelumnya," kata Budi pada kesempatan tersebut. Terkait dengan Kapal Tol Laut yang sedang berada di Pelabuhan Jamrud-Tanjung Perak, Budi mengapresiasi kondisi kapal tersebut. "Kapal yang disini, secara kondisi sangat bagus. Salah satu tandanya adalah adanya crane diatas kapal. Dengan adanya crane, maka dwelling time bisa berlangsung jauh lebih cepat," katanya. Sehingga, dengan kondisi demikian, menurut Budi saat ini PR Pemerintah adalah memantau kondisi harga di lokasi tujuan. Keberadaan Tol Laut, menurutnya, akan sia-sia apabila harga barang masih tinggi di lokasi-lokasi tujuan singgah. "Saat ini, sudah ada penurunan harga sebanyak 20 persen. Tapi, jumlah tersebut harus lebih ditingkatkan lagi. Selain itu, kita juga akan pantau barang siapa saja yang dibawa Tol Laut. Selama ini kan hanya barang milik BUMN yang dikela oleh Pelni," jelas Budi lebih lanjut. Untuk mewujudkan hal tersebut, Budi mengatakan bahwa skema kerja sama dengan Kementerian Perdagangan saat ini sedang ia gagas dan sedang dalam proses komunikasi lebih lanjut. "Nantinya, yang mengatur regulasi soal harga barang di lokasi tujuan adalah Kementerian Perdagangan. Kami, dari Kemenhub hanya akan mengkondisikan soal sarana transportasinya saja. Seperti kondisi Kapal Tol Lautnya," bebernya. Disinggung terkait dengan rute kapal, Budi mengatakan saat ini sudah ada 13 rute yang dilayani oleh Kapal Tol Laut milik Pemerintah. Rute tersebut, ke depannya akan lebih ditingkatkan dan dimaksimalkan. "Tentunya, akan terus kita evaluasi ya. Rute yang dirasa perlu, akan kita adakan penambahan. Yang tidak maksimal, akan kita hapuskan. Evaluasi akan terus kita lakukan setiap bulannya," tegas Budi. Dimintai pendapatnya, pakar kemaritiman ITS Surabaya Firmanto Hadi mengatakan bahwa, program tersebut saat ini harus dikaji ulang untuk dapat lebih memetakan fasilitas-fasilitas pendukung yang benar-benar dibutuhkan. "Program Tol Laut yang dilaunching pemerintah saat ini perlu untuk segera di kaji ulang untuk lebih memetakan fasilitas-fasilitas pendukung yang benar-benar dibutuhkan untuk menunjang program tersebut. Misalnya saja, saat ini spek dan jenis kapal sangat tidak sesuai dengan rute sehingga biaya yang ditimbulkan cukup mahal” ujar Hadi. ifw

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru