SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Universitas Airlangga melalui Direktorat Pendidikan menggelar Seminar on Global Health & Workshop on Bioethics 2017. Mengangkat tema “Strengthening Global Health and Bioethics to Achieve a Better Equity, Justice, and, Equality”, diskusi tentang kesehatan global dan bioetik dalam perspektif lintas bidang ilmu berlangsung.
Dilaksanakan pada Senin-Selasa (30-31/10), para pemateri dari bidang ilmu yang berbeda, baik kesehatan maupun sosial, dihadirkan. Termasuk dua pemateri dari luar negeri. Yakni, Mark A. Graber, MD MSHCE FACEP, profesor kedokteran darurat dan keluarga Universitas Lowa Carver College of Medicine, dan Amy Forrestel MD, residen di pengobatan internal dan dermatologi Universitas Lowa Carver College of Medicine.
Seminar dan workshop tersebut terbagi menjadi beberapa sesi, dua sesi setiap hari. Pada hari pertama, sesi I seminar itu diisi tiga pemateri. Yakni, Mark A. Graber, MD MSHCE FACEP; Amy Forrestel MD; serta Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., koordinator pendidikan interprofesional Direktorat Akademik Universitas Airlangga. Dimoderatori M. Atoillah Isvandiari, dr., M.Kes., diskusi dalam sesi tersebut mengangkat tema “Global Health, Interprofesional Education, & Collaborative Practice“.
Sesi berikutnya, diskusi bertema “Global Ethics & Ethical Dilemma” dipandu dr. Linda Dewanti, M.Kes., MHSc., PH.D. Dan, Mark A. Graber kembali menjadi pemateri dalam sesi II, dilanjutkan Prof., dr. Djoko Santoso, Ph.D., Sp.PD. K-GH. FINASIM dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Pada hari kedua, workshop on bioethics juga terbagi menjadi dua sesi, masing-masing diisi tiga pemateri. Dipimpin dr. Siti Pariani, M.Sc., Ph.D., sesi pertama mengangkat tema “Exploring Ethics in Life Science, Sosial Science, & Healthcare“. Selain Mark A. Graber, materi tentang tema itu disampaikan Prof., Dra. Myrtati Dyah Artaria, M.A., Ph.D. dan Prof. Dr. Drs. Win Darmanto, M.Si., Ph.D., keduanya dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga.
“Strategic Approach in Teaching Bioethics for Cross-Cutting Issues and Cross-Cutting Field of Science” menjadi tema dalam sesi selanjutnya. Ada tiga pemateri, yaitu dr. Siti Pariani, M.Sc., Ph.D., kepala unit Indonesia UNESCO, ketua bioetik, sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga; Yuni Sari Amalia, S.S, M.A., Ph.D., ketua pusat inovasi pembelajaran dan sertifikat (PIPS) Universitas Airlangga; dan Prof. Dr. Nancy Margarita Rehatta, dr., SpAnK.I C.KNA, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Jani Purnawanty, S.H., S.S., LL.H. menjadi moderator dalam sesi itu.
Wakil I Rektor UNAIR Prof. dr., Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM., dalam sambutannya, menjelaskan bahwa saat ini berbagai tantangan-tantangan baru yang kompleks terus muncul. Dan, menghadirkan solusi atas tantangan tersebut dituntut cepat dan harus.
Dia juga mengingatkan, kesepakatan tentang NKRI berideologi Pancasila mesti menjadi pijakan dalam upaya ikut berkontribusi membangun dan memajukan bangsa. Kita, lanjut Djoko, mesti saling menghargai, bekerja sama, mengingatkan, dan mendukung satu sama lain. Dalam diri kita mesti ditumbuhkan keikhlasan.
Soal kendala-kendala yang dihadapi, dia mengungkapkan bahwa segala hal tak mungkin jauh dari kendala. Ibarat sungai, imbuh dia, tak mungkin berjalan lurus, mesti berliku-liku. Namun, keikhlasan dan kepasrahan terhadap sang pencipta untuk berbuat maupun memulai sesuatu pasti berbalik kebaikan kepada kita. Tak lupa, dia berterima kasih kepada seluruh pemateri, terutama kepada Mark A. Graber dan Amy Forrestel, atas materi dan paparan yang disampaikan.
Pada akhir, Djoko juga berterima kasih kepada tim pelaksana seminar dan workshop tersebut. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa membalas amal baik kepada bapak ibu dan memberikan kebaikan serta kemudahan kepada kita semua,” pungkasnya. ifw
Editor : Redaksi