SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dituding tidak profesional dalam menangani pasien, manajemen RS Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo bakal dilaporkan ke polisi dan MKDKI oleh orang tua seorang balita berusia 21 bulan yang meninggal saat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Aisyah Siti Fatimah yang beralamat Jalan Raya Kenongo No14 Kenongo, Tulangan, Sidoarjo.
Balita bernama Ahmad Ahza Zaadittaqwa itu awalnya dibawa oleh ibunya ke RS Aisyah Siti Fatimah pada tanggal 24/10/2017, karena sakit demam dan batuk pilek. Ibu pasien yang bernama Tetty Rihardini seorang dosen pendidik kebidanan di universitas PGRI Adibuana Surabaya mengatakan, perawat dan dokter di RS Aisyah Siti Fatimah tidak profesional dalam menangani pasien. "Saat anak saya sudah kritis badan membiru dan lidahnya sudah bengkak, saya minta tolong pada perawat, namun perawat mengatakan dokter masih dalam perjalanan, sehingga anak saya terbengkalai," ucap warga Kebaron, Tulangan, Sidoarjo itu pada wartawan, Rabu (1/11). Akibat penanganan yang lamban tersebut, anaknya meninggal saat dirawat di rumah sakit tersebut.
Sementara kuasa hukum pasien M. Soleh mengatakan jika dalam waktu dekat tidak ada iktikad baik dari pihak RS pihaknya akan melaporkan dugaan malpraktek tersebut pada kepolisian dan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). "Yang kita sesalkan tidak ada permintaan maaf dari pihak rumah sakit, rencananya nanti akan kita laporkan ke kepolisian dan MKDKI," ucap M. Soleh.
Direktur RS Aisyah Siti Fatimah dr. Tjatur Prijambodo mengatakan, pihak rumah sakit sudah melakukan penanganan sesuai prosedur. "Semua yang kita lakukan sudah sesuai prosedur dan tercatat dalam rekam medis," ucap Tjatur pada awak media. Direktur RS menambahkan jika penyebab kematian pasien dikarenakan alergi terhadap obat.
Editor : Redaksi