SURABAYAPAGI.com, Jakarta- Menteri Keuangan, Sri Mulyani lnderawati memberi penghargaan (awards) kepada beberapa Kementerian/Lembaga atas pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) pada 2016.
"Dalam acara ini waktunya tepat untuk kita semua sebagai pemerintah untuk refleksi kembali atas apa yang telah dilakukan dan dicapai. Dulu kita memulainya dengan inventarisasi, diinventarisasi dulu lalu didokumentasikan. Sekarang ini kami harapkan sesudah 10 tahun inventarisasi dan dokumentasi semua dipenuhi dan rapikan. Legal sertifikat semua aset negara, maka kita perlu makin ambisius gunakan aset itu,” ujarnya di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (2/11).
Sri Mulyani juga menyinggu soal perubahan asset administrator menjadi asset manager. Hal tersebut menuntut Kementerian Keuangan dapat mengkreasikan BMN bukan hanya diposisikan sebagai cost center, namun diharapkan juga sebagai salah satu sumber penerimaan negara (revenue center) dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"Sebagai Asset Manager, merupakan kewajiban bagi pengguna barang untuk dapat mengoptimalkan pengelolaan Barang Milik Negara sesuai prinsip highest and best use serta memetakan sekaligus menggali potensi Pemanfaatan BMN yang dimilikinya," jelasnya.
Pemberian apresiasi kepada seluruh K/L dalam rangka mengelola BMN, Kementerian Keuangan memberikan penghargaan berupa BMN Awards kepada kementerian dan lembaga yang terbaik pengelolaan BMNnya. Kementerian Keuangan menilai sebanyak 87 Kementerian/Lembaga dalam hal ini. (hm/mrd)
Editor : Redaksi