Polda Jatim Selidiki Griya Pijat dan Spa di Suraba

SIKAT PROSTITUSI SPA

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Polda Jawa Timur ternyata memantau menjamurnya griya pijat dan spa di Surabaya. Apalagi, tempat hiburan pria dewasa itu dikabarkan menyajikan prostitusi mirip Hotel dan Griya Pijat Alexis yang ditutup Gubernur DKI Jakarta. Informasi dari media maupun laporan masyarakat kini dikaji Polda Jatim, sebelum membongkar tempat-tempat prostitusi terselubung berkedok griya pijat dan spa. Tak hanya Kepolisian, Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser juga siap bergerak nyata. Organisasi sayap NU ini lebih dulu akan menemui Walikota Surabaya Tri Rismaharini agar turun tangan. Mengingat Walikota wanita pertama di Surabaya ini sudah terbukti berani menutup lokalisasi Dolly. Kini keberanian Tri Rismaharini kembali diuji. --------------- Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera menegaskan jika griya pijat dan spa yang banyak berdiri di sejumlah ruko dan mall di Surabaya itu, terbukti ada praktik prostitusinya, maka pihaknya tak segan-segan untuk menindak. Sebab, hal itu sudah perbuatan asusila dan ada pidananya. Bahkan, tak menutup kemungkinan ada tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di tempat-tempat tersebut. “Jika memang ada, kita sikat. Prostitusi terselubung langsung kita sikat dan rilis di lokasi," tandas Barung kepada Surabaya Pagi, Kamis (2/11/2017). Karena itu, lanjutnya, pihaknya membutuhkan peran serta masyarakat. “Kami sangat berterima kasih jika ada yang bisa menunjukkan lokasi prostitusi terselubung itu di mana,” imbuh Barung. Sementara itu, pantauan lapangan yang dilakukan Surabaya Pagi, tempat spa di Surabaya tak terpengaruh dengan penutupan Alexis di Jakarta. Tempat-tempat tersebut tetap ramai tamu. Di Delta Spa Jl Simpang Dukuh, misalnya. Tempat Spa yang berada di kompleks gedung Andhika Plaza, kemarin, ramai pengunjung meskipun pada siang hari. Terlihat beberapa pria masuk ke sana, setelah memarkir mobilnya. Lokasi parkir mobil di Andhika Plaza ini didominasi oleh mobil dari pengunjung Delta Spa. "Tiap hari, mau siang mau malam ramai. Ini parkiran, dari pengunjung tempat lain, paling banyak yang ke situ (Delta Spa)," kata penjaga parkir yang enggan disebutkan namanya. Delta Spa, disebut-sebut juga melayani jasa plus-plus bagi pengunjungnya. Hal tersebut, secara langsung menimbulkan keresahan bagi para pekerja yang juga bekerja di lingkungan Andhika Pasa. Santoso, yang bekerja di salah satu perusahaan di Plaza Andhika mengaku risih setiap disinggung teman-temannya yang mengatakan bahwa tempat kerjanya jadi satu dengan tempat yang diduga ada prostitusinya. "Sering gitu, digoda temen-temen. Mereka biasanya tanya gitu kalau saya itu apa jangan-jangan kerja di Delta Spa. Kalau nggak gitu, disindir jangan-jangan sering mampir ke sana. Kan ya risih gitu itu kalau tiap hari," cerita dia. Perbincangan Hangat Di sisi lain, fasilitas plus-plus yang diduga disediakan Delta Spa juga menjadi salah satu perbincangan hangat di salah satu platform forum media sosial terbesar di Indonesia. Bahkan, di salah satu topik bahasan yang secara khusus membahas tentang kehidupan malam di Surabaya, hal tersebut juga sering dibahas. Di topik bahasan tersebut, Delta Spa disebut-sebut memberikan fasilitas hingga sebatas hand job. Apabila ingin berhubungan intim, peraturan ketat tempat tersebut sangat mengekang bagi therapist untuk melakukan hal tersebut di lokasi spa. "Kata siapa nggak bisa. Kalau pas therapistnya libur, bisa kita jemput mereka buat main di luar. Biayanya tergantung nego," tulis salah satu akun yang menggunakan username pie***. Dari tulisan yang ditulis oleh akun dengan username a***, Surabaya Pagi juga mengetahui bahwa biaya yang harus dibayarkan untuk menjadi pelanggan di Delta Spa hanya sekitar 700 ribuan rupiah saja. "7 lembar merah sudah bisa jacuzzi, sauna, whirlpool, makan buffet, dipijit, dan di****kin," tulisnya. Menariknya, di forum tersebut juga tertulis nomor kode dari therapist-therapist yang menarik di Delta Spa. Bukan hanya Delta Spa saja, forum tersebut juga menuliskan informasi mengenai tempat-tempat prostitusi terselubung lain di Kota Surabaya seperti Czar, Celsius, Mr Spa, Symphony, My Place Spa dan yang terbaru Eight Spa. Tempati Aset PWU Thoriqqul Haq, anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, ikut angkat bicara mengenai prostitusi terselubung ini. Pasalnya, ada griya spa yang menempati aset PT PWU Jatim, BUMD milik Pemprov. Apalagi, spa ini paling mewah di Surabaya. Meski perijinan dikeluarkan oleh Pemkot Surabaya, dirinya mengingatkan jika melakukan pelanggaran atau penyalahgunaan izin, maka tempat tersebut harus ditutup. "Pokoknya harus ditutup. Kenapa begitu, karena meskipun perizinan dari Pemkot Surabaya, lokasinya terletak di aset PWU yang merupakan BUMD Provinsi Jawa Timur. Kalau ada penyelewengan izin, harus ditutup," tandas Thoriq. Disinggung terkait dasar penutupan, menurut Thoriq, evaluasi terkait pelanggaran izin dapat dijadikan dasar utama untuk melakukan penutupan. "Karena kan itu izinnya adalah super mall dan hotel. Tutup dulu saja. Nanti baru dievaluasi. Kalau memang melanggar, akan permanen ditutup," tegasnya. Sebagai langkah lebih lanjut, Thoriq mengatakan bahwa dirinya jajaran DPRD Jawa Timur akan melakukan rapat lebih lanjut untuk melakukan sidak ke tempat Spa tersebut. "Pasti kami rapatkan di Komisi. Kami akan sidak juga kalau harus begitu. Dalam waktu dekatlah nanti akan saya update," tandas dia. Sikap Ansor dan Banser Sementara itu, mantan pengurus GP Ansor Jawa Timur Muslich mengatakan bahwa Ansor Kota Surabaya harus segera melakukan aksi nyata demi memberantas praktik terselubung tersebut. Ia mendorong agar ada komunikasi intensif antara Ansor Kota Surabaya dengan Wali Kota Surabaya. "Ini saya sebagai senior di Ansor ya. Harus segera mengambil langkah nyata untuk hal-hal seperti praktik prostitusi. Karena hal-hal seperti itu tidak bisa dibiarkan. Caranya bagaimana? Bisa dengan mulai bersurat dulu untuk mendesak agar Wali Kota mengambil sikap. Kalau tidak direspons, bisa dengan menemui kan," tegas pria yang kini menjadi Pengurus Pusat Satkornas Banser tersebut. Menurut Muslich, keberhasilan Pemkot Surabaya menutup Dolly akan sia-sia apabila prostitusi terselubung masih merajalela. "Karena, mereka yang dulu di Dolly sekarang justru tersebar. Parahnya, tersebarnya di tempat yang terselubung. Penyebaran AIDS jadi susah dikontrol, moral masyarakat juga jadi rusak" tegasnya. Senada, Sekretaris PWNU Jawa Timur Akhmad Muzakki juga mendesak agar Wali Kota Surabaya tidak kalah oleh mafia-mafia di balik praktik tersebut. Langkah tegas harus diambil oleh Wali Kota Surabaya untuk menanggulangi hal tersebut. "Ya sekarang bagaimana Bu Risma harus melawan itu. Karena ini PR besar bagi Beliau. Mumpung juga kan Alexis sudah tutup. Itu bisa jadi contoh," pungkasnya. n ifw/bd/nt

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru