SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pasca membongkar home industri pil carnopen di Bukit Bali Blok B2-3, Citraland Surabaya dan menangkap 4 tersangka. Satresnarkoba Polrestabes Surabaya akhirnya menguak peran masing-masing tersangka. Terlebih peran tersangka Sugeng Prastowo (47), warga Jalan Banyu Urip Kidul III/1 Surabaya. Sebab Sugeng-lah yang selama ini menjadi operator produksi jutaan pil carnopen itu, sekaligus peredarannya.
Dari hasil pengembangan sementara, Sugeng ternyata bukan orang baru dalam dunia perdagangan ilegal. Sebab, Sugeng sendiri tercatat sebagai salah satu TO (target operasi) di Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. "Dia (Sugeng, red) merupakan TO kami bertahun-tahun. Dia kami TO atas peredaran narkoba jenis ganja yang dulu sempat diedarkannya," kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton, Jumat (10/11/2017).
Selama menjadi TO, ternyata Sugeng beralih menjadi tukang bubut. Darisanalah, diduga Sugeng beralih dari pengedar ganja, pelan-pelan menerima tawaran menjadi operator sekaligus pengedar obat keras berbahaya jenis pil. Dan benar, tawaran itu muncul dari Edi (DPO) seorang perantara bandar besar obat terlarang bernama Budi, yang sudah ditangkap Bareskrim Mabes Polri.
"Awalnya, tersangka Sugeng hanya ditawari untuk menyetok, mengemas ulang kemudian mengirimkan obat-obat terlarang jenis pil tersebut. Sehingga ia hanya memanfaatkan rumahnya (Jalan Banyu Urip Kidul III/1 Surabaya) sebagai gudang transit barang," beber AKBP Roni.
Nah, tiga bula lalu, Budi melalui Edi menawarkan agar Sugeng juga bisa memproduksi, mengemas hingga mengedarkan pil terlarang tersebut. Tawaran itu langsung diiyakan Sugeng. Setelah deal, Sugeng mencari rumah kontrakan di kawasan elite di Surabaya Barat. Dapatlah Sugeng sebuah rumah di Bukit Bali Blok B2-3, Citraland Surabaya, dengan nilai kontrak 30 Juta setahun.
"Tepat dua bulan lalu, tersangka Sugeng mendatangkan sebuah mesin produksi pil dan 3 alat pres kemasan pil ke rumah kontrakan itu. Sedangkan bahan-bahan pil maupun pil jadi, disuplai melalui Edi," imbuh AKBP Roni. Sugeng juga membekali diri dengan mobil pick up jenis box untuk transportasi.
Editor : Redaksi