Posisi Tidur yang Baik Bisa Cegah Penyakit Alzheimer

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.com, Surabaya- Ada efek samping negatif karena tidak cukup tidur, mungkin bukan hanya kualitas atau durasi tunda Anda yang mempengaruhi risiko Alzheimer. Michael Breus, penulis The Sleep Doctor's Diet Plan, mengatakan bantal harus menjaga leher Anda sejajar dengan bagian tubuh Anda saat Anda tidur. "Bantal adalah produk tidur yang serius memiliki dampak besar pada tidur dan kesehatan Anda secara keseluruhan," dikutip dari Reader's Digest. Menurut sebuah studi, tidur dengan posisi menyamping, bukan terlentang atau tengkurap mungkin adalah posisi terbaik untuk kesehatan otak. Untuk mengevaluasi efek posisi tidur pada kesehatan otak kita, penelitian melihat kinerja otak tikus saat mereka tidur telungkup. Periset menggunakan pemindaian MRI untuk memantau jalur glymphatic otak mereka atau sistem yang menghilangkan penumpukan dan bahan kimia berbahaya dari otak dan seberapa efektif kinerjanya dalam berbagai posisi tidur. Temuan mereka mengungkapkan bahwa otak tikus yang tidur di tempat mereka membuang limbah paling efisien. Limbah otak sering mengandung protein beta-amyloid, yang membentuk plak yang biasa ditemukan pada pasien Alzheimer. Dengan membersihkan protein ini, para periset percaya bahwa otak melindungi dirinya dari perkembangan penyakit neurologis tertentu. Dengan demikian, mereka menyimpulkan, pilihan posisi tidur dapat berperan dalam risiko penyakit Alzheimer. Hanya saja belum dipastikan apakah sisi kanan atau kiri yang lebih baik. Jika Anda tidur terlentang atau tengkurap, mengubah posisi tidur Anda bisa mengoptimalkan proses pembuangan limbah otak. Untuk melakukannya ahli tidur merekomendasikan untuk menggunakan bantal yang nyaman ketika tidur. (h/rep)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru