Air Mampet, Warga Demo Cuci Pakaian di Kolam PDAM

surabayapagi.com
SURABAYA PAGI, Lamongan - Sudah hampir sebulan ini warga Kota Lamongan tak bisa menikmati air PDAM. Aksi protes pun terus dilakukan oleh pelanggan, salah satunya dengan mencuci baju kotor memanfaatkan kolam air mancur di depan kantor PDAM, Senin (13/11/2017). Karuan saja aksi yang kebanyakan dilakukan oleh ibu rumah tangga ini, mengundang perhatian warga yang kebetulan melintas di depan kantor PDAM di Jalan Lamongrejo, yang ingin sekedar melihat aksi nyeleneh warga Kelurahan Temengungan Kec/Kab Lamongan. Tak hanya itu, setelah mencuci baju, warga juga menjebutkan diri ke kolam air mancur. Puluhan warga ini meminta solusi kepada PDAM Lamongan untuk segera mengupayakan aliran air bersih yang telah mampet selama 1 bulan bisa kembali mengalir. “Kami demo karena air sudah tidak menyala 1 bulan ini, kami butuh solusi dari PDAM Lamongan supaya air dalam waktu dekat bisa menyala,” kata korlap aksi warga Tumenggungan, Herman. Mereka tak hanya sekedar mencuci baju saja, warga juga membawa peralatan mencuci seperti bak, deterjen, dan baju-baju kotor. “Kita selama ini ambil air dari sumur, sumur juga kekerinan juga. Beli juga, sehari 25 ribu, 1 jerigen 15 ribu rupiah, kita sampai kehabisan uang tidak bisa belanja,” ujar Herman menambahkan. Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, aliran air dari PDAM mampet karena pipa PDAM di bawah perlintasan rel KA di sebelah barat Terminal Lamongan jebol akibat korosi dimakan usia. Akibat kebocoran itu, aliran air melalui pipa 300 milimeter tersebut dimatikan karena tidak fungsi. “Unjuk rasa ini hal yang wajar karena kita belum bisa melayani secara lancar, tapi kita sudah berusaha semaksimal mungkin, jadi kebocroan itu sangat sulit,” ucap Direktur PDAM Lamongan, Maksum. Lebih lanjut dikatakan Maksum, pihaknya sampai saat ini masih ngebut melakukan perbaikan dengan memasang pipa baru. “Karena pipa yang lama bengkok tidak bisa dimasuki, jadi bikin pipa baru dengan mengikuti rel,” tuturnya. Paska menjalakan berbagai cara perbaikan, Maksum menyebut, perbaikan sudah hampir selesai. “Sekarang pipa sudah mau nyambung, dua hari lagi bisa dimaksimalkan, kalau untuk normalnya 3 hari lagi karena nunggu ngisi pipa lama,” ujarnya menambahkan.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru