RSUD Soegiri Klaim Gedung Plafon yang Ambrol Belum Direnovasi

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Meski tidak sedikit dari masyarakat yang mengetahui kalau gedung RSUD dr Soegiri yang Plafonnya ambrol adalah bekas direnovasi, namun pihak manajemen berkata lain. Manajemen rumah sakit milik pemerintah ini mengakui kalau gedung yang berada satu atap dengan ruangan para direktur dan bagian umum dan administrasi itu belum tersentuh direnovasi. "Sejak dibangun tahun 2013 lalu itu, gedung ini belum tersentuh renovasi, sehingga kalau plafonnya sekarang ambrok, saya kira wajar saja," ujar Pujo Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD dr Soegiri melalui sambungan selulernya, Senin (4/12/2017). Meski mengaku belum merenovasi gedung tersebut, Pujo tidak membantah kalau gedung itu setiap tahunya sudah ada pemeliharaan. "Kalau renovasi belum, tapi pemeliharaan dilakukan setiap tahun," terangnya. Pemeliharaan gedung itu sendiri lanjutnya, sebatas peremajaan wajah tidak merubah gedung. "Ya hanya sekedar memperbaiki cat dinding dan lain-lainya, karena rumah sakit ingin tetap bersih dan enak dipandang," ujarnya. Kalau sekarang ditemukan plafon ambrol itu lanjutnya, lebih karena tidak bisa menahan air, dan memang kondisinya sudah lama tidak tersentuh renovasi. "Memang sudah lama, kalau sekarang ambrol tentu kami akan segera perbaiki sehingga tidak menggangu pelayanan pasien, dan terima kasih sudah diingatkan," katanya. Sebelumnya, salah satu ruang lorong di gedung RSUD dr Soegiri Lamongan plafonya ambrol karena tidak bisa menahan derasnya air, setelah beberapa hari ini di wilayah Lamongan terjadi turun hujan dengan intensitas sedang. Ambrolnya plafon itu, terjadi pada Sabtu sore (2/12/2017). Beruntung saat ambrol, tidak ada orang dibawahnya dan tidak sampai memakan korban. Hanya saja seisi ruangan yang menghuni di ruang Flamboyan awalnya kaget, karena jatuhnya plafon terbilang keras. Dari hasil penelusuran Surabaya Pagi pada Minggu (3/12/2017), ambrolnya plafon di ruang lorong dan tangga ke lantai dua ini, lebarnya sekitar 2 meter dengan panjang sekitar 4 meter. Plafon ini berpotensi ambrol lagi ketika terkena air hujan lagi, karena bagian di sekitar titik yang ambrol, plafonnya juga nyaris ikut ambrol. Ambrol nya plafon rumah sakit ini, terjadi di dua titik, pertama ada diujung atas, dan lainnya ada di pertengahan lorong/tangga menunju lantai dua Flamboyan, dan bekas material yang ambrol disisihkan disamping tembok, agar tidak menggangu orang jalan.jir

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru