SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut Wakil direktur Penunjang Layanan Medik RSU dr Soetomo, Dr dr Hendrian D Soebagio, untuk penyakit difteri pihak RSUD dr Soetomo menyiapkan 6 kamar isolasi dengan respirator dan obat-obatan.
RSUD dr Soetomo kini telah menangani 61 pasien difteri yang didominasi anak-anak. Hingga saat ini masih ada tiga pasien yang mendapatkan perawatan serius di ruang isolasi. Ketiga pasien tersebut dua dari Pasuruan dan satu dari Kota Surabaya. Saat merawat pasien, para dokter dan perawat juga memakai pakaian khusus. Bila selesai dipakai, pakaian itu harus dibakar.
“Semua keluarga yang terkontak harus diisolasi,” jelasnya.
Ketiga pasien, lanjutnya, masih dirawat serius di ruang isolasi. Selain itu, tim medis khusus juga telah dipersiapkan untuk menangani pasien difteri.
“Ruangan khusus untuk penyakit menular seperti ini telah kami sediakan, juga punya ahli khusus, sehingga pasien dapat mendapatkan penanganan memadai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dua pasien dari Pasuruan berusia 9 tahun dan 2 tahun. Sedangkan yang dari Kota Surabaya berusia 1 tahun. Meski belum diperbolehkan pulang, ketiga pasien kondisinya mulai membaik.
“Tadi malam baru datang pasien lagi sebelumnya 2 ketambahan satu, jadi 3 pasien. Jika kita lihat jumlahnya tempat tidur sebanyak 1.500, rata-rata jumlahnya biasa ya. Kondisi pasien relatif ya, sudah membaik," urainya.
Dalam hal ini Hendrian menekankan pentingnya pencegahan agar anak-anak tidak terkena penyakit difteri. Salah satu yang bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi sejak dini. Jika dibandingkan tahun lalu pasien difteri yang ditangani RSU dr Soetomo dapat dikatakan sama. Tahun 2016 mencapai 65 kasus, kini hingga Desember 2017 sebanyak 61 kasus.
“Dari kasus itu, semua tidak ada yang meninggal,” terangnya. sur
Editor : Redaksi