Surabaya dan Dua Kota Penyangganya Usul ke Menkes Diterapkan PSBB
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ternyata penyebaran virus Corona (Covid-19) di Surabaya hingga Minggu (19/4/2020) telah terjadi di 31 kecamatan. Artinya seluruh kecamatan di Kota Pahlawan dibawah kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini ini telah terpapar Covid-19.
Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (19/4/2020) kemarin usai menggelar pertemuan tertutup di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Bahkan, kasus positif Covid-19 di Surabaya, secara hitungan, sudah separuh dari total kasus positif di Jatim.
"Penyebaran kasus konfirmasi Covid-19 telah terjadi di seluruh kecamatan dari 31 kecamatan di kota Surabaya. Total kasus tercatat yang terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 299 orang, PDP (pasien dalam pengawasan) sebanyak 703 orang dan ODP (orang dalam pemantauan) sebanyak 1806 orang," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Separuh dari Kasus Jatim
Kota Surabaya kembali ketambahan 29 kasus positif Covid-19 pada Minggu (19/4/2020) sehingga total kasus positif Covid-19 di Surabaya sebanyak 299 kasus. Adapun total tambahan kasus positif Covid-19 di Jatim sebanyak 33 kasus sehingga total kasus positif Covid-19 di Jatim menjadi 588 kasus.
Secara persentase, jumlah kasus Covid-19 di Kota Surabaya sudah separuh dari total kasus di Jatim. Tepatnya, 50,8 persen kasus Covid-19 di Jatim ada di Kota Surabaya.
Tidak hanya ketambahan 29 kasus sehingga menjadi 299 kasus, di Surabaya juga ada dua pasien Covid-19 yang meninggal. “Hari ini (Minggu, red) kita kembali berduka ada dua pasien yang meninggal. Kedua-duanya berasal dari Surabaya,” kata Khofifah.
Dengan adanya dua kasus kematian baru di Surabaya ini, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Jatim menjadi 56 orang atau setara 9,52 persen dari kasus terkonfirmasi.
Tidak ada pasien terkonversi negatif Covid-19, hari ini. Tidak ada pasien yang dinyatakan sembuh. Total yang sembuh pasien di Jatim tetap 98 orang, setara 17,66 persen dari total kasus positif Covid-19.
Risma Hadir Pertama
Sementara, dalam pertemuan tertutup pembahasan soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan Serta Plt Sekda Gresik Nadlif. Mereka lengkap didampingi oleh forkopimda setempat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung rapat koordinasi membahas persiapan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
**foto**
Risma sendiri Minggu kemarin, hadir pertama di Grahadi. Dari pantauan Surabaya Pagi, RIsma hadir di Grahadi sejak pukul 13:30 WIB. Risma langsung ditemani Sekdaprov Heru Tjahjono di ruang tunggu utama.
Surabaya, Sidoarjo dan Gresik jadi Perhatian
Sedangkan, dalam pertemuan tertutup tersebut, Khofifah menjelaskan diskusi dimulai penjelasan tim kuratif dan tim tracing. Kemudian arahan Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya. Kemudian diikuti penjelasan detail dari langkah-langkah yang sudah dilakukan secara berlapis oleh Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo dan Pemkab Gresik berjalan sangat konstruktif dan dirasa sangat produktif.
Penyebaran dari Covid-19 baik di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, ini menjadi perhatian baik Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Sidoarjo, maupun Gresik. Khofifah menjelaskan bahwa masing-masing langkah dan ikhtiar harus diikuti dengan berbagai hal yang lebih imperatif.
"Maka tadi bersama-sama kami mengambil kesepakatan bahwa sudah saatnya Kota Surabaya, sebagaian Kabupaten Gresik, dan sebagian Kabupaten Sidoarjo, dilakukan PSBB," ujar Khofifah di Gedung Grahadi.
Draft Peraturan Diusulkan ke Menkes
Nantinya, masing-masing kota dan kabupaten ini ditambah dengan tim Polda, Kodam, dan DPRD, akan membahas lebih detail lagi mengenaidraft Peraturan Gubernur yang sudah disiapkan. Lalu langkah berikutnya akan ditindak lanjuti dengan Peraturan Walikota dan Peraturan Bupati.
"Ini akan menjadi satu kesatuan dari kesepakatan kita untuk menyiapkan Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik untuk masuk PSBB. Ini akan diteruskan kepada menteri kesehatan, lalu akan disiapkan Peraturan Gubernur, Peraturan Walikota, dan Peraturan Bupati untuk yang areanya sudah disepakati untuk melakukan PSBB." tutup Khofifah.
Risma Menghindari Wartawan
Sementara, Wali Kota Risma usai pertemuan, terlihat enggan memberikan pernyataan dan menemui para wartawan yang sudah menunggu di pintu keluar rapat. Bahkan, usai berbincang dengan wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Risma buru-buru menghindar pertanyaan wartawan termasuk wartawan Surabaya Pagi. Risma pun langsung keluar ruangan dan masuk ke mobil tanpa berbicara satu patah kata pun.
Muhammad Fikser Kepala Dinas Kominfo Surabaya sekaligus koordinator komunikasi dan informasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Surabaya yang akhirnya bersedia memberikan penjelasan singkat.
“Ini masih dibahas. Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 masih di dalam membahas ini secara teknis di tempat tadi. Nanti kalau sudah ada hasilnya kami sampaikan ke media, ya?” katanya.
Fikser mengaku tidak bisa menyampaikan apapun saat ini, karena memang Tim Gugus Tugas masih melakukan pembahasan lebih detail. Termasuk tentang persiapan-persiapan apa saja yang akan dilakukan menjelang penerapan PSBB.
“Kalau anggaran (penanganan Covid-19), kami kan sudah menyiapkan Rp196 miliar itu. Nanti kalau ada perubahan-perubahan, kami akan sampaikan kemudian. Begitu, ya?” ujar mantan Kabag Humas Pemkot Surabaya itu.adt/byt/alq
Editor : Redaksi