Bandar Pil Koplo Surabaya-Sidoarjo Ditangkap

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil meringkus seorang bandar sabu dan pil LL yang kerap beroperasi di Surabaya dan Sidoarjo. Dengan dipimpin Kasat Resnarkoba AKBP Memo Ardian dan Ka Timsus Iptu Yudhy Triananta Saeful Mamma Timsus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membekuk HW alias Telo (22), warga Sambungrejo, Sukodono, Sidoarjo di tempat kosnya yang beralamat di Dusun Bringin Wetan, Desa Bringin Bendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 27 paket sabu dengan total berat 2,1 kilogram; 165 ribu butir pil koplo dan 4,5 gram daun ganja kering siap edar. Penangkapan tersangka dibenarkan Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian. Ia menyebut, bahwa penangkapan tersangka merupakan pengembangan dari tersangka yang berhasil diamankan petugas lebih dulu. Mereka menyebut, jika masih ada jaringan lebih besar (bandar, red), yang di kawasan Sidoarjo. Tidak ingin kehilangan jejak, pihaknya mengintruksikan anggota pimpinan Iptu Yudhy Triananta Saeful Mamma memburu yang bersangkutan. "Pelaku ini tidak hanya berperan sebagai bandar atau pengendali jaringan di bawahnya. Dia juga berperan sebagai kurir dengan mengantar sendiri narkoba dan pil koplo pesanan pelanggan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo," ungkap Memo Ardian, Selasa (28/4/2020). Memo menjelaskan, penangkapan tersangka ini cukup sulit. Petugas memerlukan waktu tiga hari untuk melacak keberadaan dan tempat persembunyian tersangka. "Tidak mudah bagi anggota untuk mencari keberadaan tersangka. Butuh kurang lebih tiga hari anggota kami menyanggong di sekitar tempat kosnya. Pun lokasinya juga cukup menyulitkan anggota saat penangkapan. Selain minim penerangan, juga jalan yang dilalui sempit," lanjut Memo. Kasus ini kini masih diselidiki lebih lanjut guna membongkar semua jaringan yang terlibat didalamnya mengingat area penyebaran narkotika tidak hanya di satu kota saja. "Kami masih melakukan pengembangkan untuk mengungkap semua jaringan pelaku. Siapa bandar besarnya dan siapa kaki tangannya, masih kami selidiki," tandas Memo. Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, HW alias Telo masih cenderung terdiam. Dia masih enggan membeberkan siapa yang mengendalikan atau darimana barang-barang tersebut diperoleh. Dia hanya mengaku baru sekali menerima barang haram itu. "Baru sekali pak," aku Telo.(Jem)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru