SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Di tengah era digitalisasi dan modernisasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang juga tengah fokus dalam mengintegrasikan teknologi pada sektor pertanian agar naik kelas, dengan menyerahkan bantuan dua unit combine harvester dan satu unit drone pertanian.
Dengan adanya bantuan alsintan modern, diharapkan dapat mendorong modernisasi pertanian agar bergerak ke fase substantif guna meningkatkan kesejahteraan petani dan sebagai langkah strategis, dimana transformasi yang didorong bukan bersifat parsial, tetapi menyasar efisiensi hulu hingga hilir.
"Modernisasi tidak boleh berhenti pada distribusi alat, tetapi harus memastikan perubahan nyata pada sistem produksi dan peningkatan kesejahteraan petani," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati, Selasa (07/04/2026).
Selain itu, teknologi ditempatkan sebagai pengungkit produktivitas sekaligus pengendali biaya. Sehingga, dengan penggunaan combine harvester tidak hanya mempercepat panen, tetapi menekan post-harvest loss yang selama ini menjadi “kebocoran tersembunyi” dalam rantai produksi.
Menurutnya, peningkatan produksi tidak selalu harus berasal dari perluasan lahan, tetapi dari optimalisasi hasil yang sudah ada. Sementara itu, penggunaan drone pertanian menghadirkan pendekatan baru berbasis presisi, seperti penggunaan pupuk dan pestisida yang tidak lagi seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi spesifik lahan. Hal itu bukan hanya terkait efisiensi biaya, tetapi juga langkah strategis menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Menurutnya, modernisasi bukan hanya berkaitan dengan peningkatan hasil panen, tetapi menjaga stabilitas ekonomi, menekan inflasi pangan, dan memperkuat ketahanan daerah terhadap gejolak eksternal. Pasalnya, untuk keberhasilan modernisasi tidak diukur dari jumlah alsintan yang disalurkan, tetapi dari sejauh mana sistem produksi benar-benar berubah lebih efisien, lebih adaptif, dan lebih berkelanjutan. lj-01/dsy
Editor : Redaksi