SURABAYA PAGI, Surabaya - Sejak Jawa Timur diterapkan sebagai zona merah atau darurat virus corona pada 27 Maret 2020, semua aktivitas puslatda dialihkan menjadi latihan mandiri atau TFH ( Training From Home): Pola pelatihan mandiri adalah cara berlatih di rumah masing-masing. Setiap Atlet Puslatda melaksanakan latihan fisik, teknik, dan taktik di rumah masing-masing dengan program Latihan yang disusun oleh pelatih.“Meskipun latihan di rumah, KONI Jatim tetap memantau perkembangan para atlet. Kami kawal dengan serius (Sport Sains) ujar Erlangga
Baca juga: Timnas Bola Voli Pantai Indonesia Sabet Medali Perunggu di Ajang Asian Youth Games 3rd 2025 Bahrain
Ketum Koni Jatim Ir. H. Erlangga Satriagung menyampaikan dikarenakan adanya pandemi covid1-9 skala prioritas Jatim saat ini bukanlah prestasi yang diutamakan, melainkan yang pertama adalah keselamatan,ke dua adalah kesehatan para atlet. Sedangkan prestasi masuk skala prioritas ketiga. Skala prioritas ini berbeda dari tahun sebelum-sebelumnya dimana prestasi adalah yang pertama dan diutamakan. Namun karena adanya pandemi covid-19 haruslah tetap memperhatikan keutamaan atlet.
Untuk memperhatikan kesehatan para atlet, Koni Jatim telah mengaku mengawal dengan serius dan mempersiapkan atlet puslatda PON XX mendapat pengawalan dari tim psikologi, ahli gizi dan dokter. “Saat ini ada 20 orang psikolog untuk mengawal atlet semua cabor. Juga tim fisik. Kita juga ada 16 dokter dan 8 orang ahli gizi,” jelas Erlangga.Ana01
Baca juga: SURABAYA ISOPLUS MARATHON: Perpaduan Sport, Spirit, dan City Pride dalam Marathon Berskala Nasional
Baca juga: Surabaya Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim 2027
Editor : Mariana Setiawati