HIPMI: Sektor Primadona Tanah Air Belum Dapat Stimulus

surabayapagi.com
Presiden Joko Widodo saat mengikuti tebar padi. SP/MER

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Masih banyak sektor yang membutuhkan sentuhan cepat dari kementerian dan lembaga agar terjadi percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Sektor yang akan menjadi primadona, salah satunya adalah sektor pangan karena fundamental ekonomi Indonesia kuat salah satunya karena permintaan domestik yang cukup tinggi, dengan pasar 267 juta orang. 

Baca juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Trate Takjil Market Volume 4 Libatkan 130 UMKM dan Resmikan Outlet Trate Rasa

Namun sektor agrobisnis sebagai penopang utama sektor pangan, baru memberikan kontribusi sebesar 12,8�ri Produk Domestik Bruto (PDB) dan bahkan pertumbuhannya pada kuartel I 2020 sebesar 0%* ketika pertumbuhan ekonomi agregat di Indonesia bisa 2,97%. 

Baca juga: Pejabat Bea Cukai Diduga Ikut Runtuhkan UMKM

“Indikator ini menunjukkan bahwa sektor pangan, terutama sektor agrobisnis belum mendapat stimulus yang cepat dan tepat,” kata Ajib Hamdani, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi. 

Ajib Hamdani, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi menilai, agar penanganan ini cepat teratasi, tentunya ini sudah menjadi tanggung jawab institusional dan moral bersama, bagaimana kehidupan atas 267 juta orang Indonesia dan pelambatan ekonomi yang sedang terjadi. 

Baca juga: Omzet Pengepul Rajungan di Probolinggo Melonjak 100 Persen Jelang Imlek

“Jangan sampai terjadi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan instruksi maupun aturan, sehingga ekonomi semakin melambat, semakin banyak terjadi PHK dan juga matinya sektor UKM,” Jelas Ajib dalam keterangan resminya, Senin (29/6). 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru