SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Masih banyak sektor yang membutuhkan sentuhan cepat dari kementerian dan lembaga agar terjadi percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Sektor yang akan menjadi primadona, salah satunya adalah sektor pangan karena fundamental ekonomi Indonesia kuat salah satunya karena permintaan domestik yang cukup tinggi, dengan pasar 267 juta orang.
Baca juga: Dongkrak Pertumbuhan UMKM, Diskopindag Lumajang Gelar Bazar Murah Ramadhan Kareem
Namun sektor agrobisnis sebagai penopang utama sektor pangan, baru memberikan kontribusi sebesar 12,8�ri Produk Domestik Bruto (PDB) dan bahkan pertumbuhannya pada kuartel I 2020 sebesar 0%* ketika pertumbuhan ekonomi agregat di Indonesia bisa 2,97%.
Baca juga: Aktivitas Produksi Brem UMKM Madiun Tertunda Gegara Musim Hujan Berkepanjangan
“Indikator ini menunjukkan bahwa sektor pangan, terutama sektor agrobisnis belum mendapat stimulus yang cepat dan tepat,” kata Ajib Hamdani, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi.
Ajib Hamdani, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi menilai, agar penanganan ini cepat teratasi, tentunya ini sudah menjadi tanggung jawab institusional dan moral bersama, bagaimana kehidupan atas 267 juta orang Indonesia dan pelambatan ekonomi yang sedang terjadi.
Baca juga: Bulan Ramadhan 2026 Jadi Berkah Cuan Pengusaha Kue Kering di Kota Malang
“Jangan sampai terjadi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan instruksi maupun aturan, sehingga ekonomi semakin melambat, semakin banyak terjadi PHK dan juga matinya sektor UKM,” Jelas Ajib dalam keterangan resminya, Senin (29/6).
Editor : Redaksi