UNDIKA Sosialisasikan Mindset IT

surabayapagi.com
Wakil Rektor I Undika Pantjawati.S, S.Kom menyampaikan agar masyarakat menanamkan mindset IT untuk tetap berkembang. SP/Patrik

SURABAYAPAGI, Surabaya - Teknologi infromasi saat ini yang mudah masuk dan begitu cepat diakses oleh masyarakat. Gadget seharusnya bisa dioptimalkan, terutama di masa pandemi masyarakat lebih banyak di rumah untuk tetap jaga jarak dengan menggunakannya secara efisien berkomunikasi.

Wakil Rektor I Universitas Dinamika (Undika) Pantjawati Sudarmaningtyas, S. Kom., M.Eng. menyampaikan agar masyarakat menanamkan mindset IT untuk tetap berkembang.

Baca juga: Mulai 2028, Hyundai Bakal Pekerjakan Robot Humanoid Bernama ‘Atlas’

“Pastinya bukan hanya untuk hiburan bersosial media atau chatting saja, tapi juga digunakan belajar, bisnis, dan juga melakukan pekerjaan,” kata Panjtawati.

Menurutnya IT hanya sebagai pelengkap kehidupan sehari-hari, namun dengan kondisi saat ini pandemi Covid-19 yang merebak ke seluruh dunia mengubah peran teknologi menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Seharusnya penanaman mindset IT ini sudah dilakukan sejak masuknya internet di Indonesia, namun belum semua masyarakat siap dan bisa memanfaatkannya dengan baik.

Panjta mejelaskan menanamkan mindset tersebut tidak mudah, karena terbiasa dengan kehidupan dan budaya konvensional.

Baca juga: Diklaim Isi Daya Cuma 5 Menit, Baterai Solid-State Pertama di Dunia Siap Diproduksi

“Kita kadang merasa IT kurang tepat saat belajar maupun berinteraksi, padahal melalui teknologi informasi bisa lebih efisien,” kata dia.

Ada beberapa tips yang bisa menanamkan mindset IT ke masyarakat, kata Panjta, hal tersebut yakni menyadari bahwa teknologi terbagai meliputi dua mata pisau yang bisa bersifat positif dan negatif.

Hal tersebut sesuai dengan pemanfaatan teknologinya, yang hanya digunakan untuk hiburan atau belajar dan sekaligus untuk bekerja. Ia juga menyampaikan masyarakat harus bijak, disiplin dan menentukan prioritas kegiatannya. Sehingga ketika sudah memegang gadget tidak terlena untuk bersosial media, main game atau hiburan belaka.

Baca juga: Anggaran BGN Belum Cair, Tujuh SPPG di Sampang Berhenti Beroperasi

“Tapi ini semua butuh pembiasaan dan keperayaan agar orang-orang bisa menggunakan IT. Jadi bagaimana bisa orang bisa menggunakan e-commerce jika orang-orang tidak percaya? Jadi ini memang butuh edukasi”pungkasnya.Patrik 

 

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru