SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebanyak 65 guru SMP di Surabaya yang reaktif sudah menjalani tes swab. Empat di antaranya positif COVID-19.
Hasil ini dibenarkan oleh Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara. "Iya (ada empat guru SMP terkonfirmasi positif COVID-19), dari yang reaktif kemarin," kata Febri, Jumat (7/8/2020).
Baca juga: Rayakan HUT Persebaya Ke-99 tahun 2026, Bonek Sidoarjo Gelar Konvoi Keliling Sidoarjo-Surabaya
Kini, guru yang dinyatakan positif COVID-19 itu sudah dibawa ke Hotel Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Mereka akan menjalani isolasi sampai hasilnya dinyatakan negatif.
"Iya, dibawa ke Asrama Haji (untuk isolasi)," imbuhnya.
Sebelumnya, terdapat 748 guru yang mengikuti rapid test di Lapangan GOR Pancasila. Di mana 65 guru di antaranya reaktif, kemudian dilanjutkan tes swab.
Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Tertinggi di Surabaya Terjadi Sampai 18 Juni
"Dari 748 guru yang mengikuti rapid test, 65 guru reaktif. Nonreaktif 683 orang," kata Kepala BPN Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto.
Irvan merinci, dari 748 guru yang mengikuti rapid test massal, 652 ber-KTP Surabaya. Sedangkan KTP non-Surabaya 96 guru.
Baca juga: Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi
Irvan menjelaskan, rapid test yang dilakukan kepada guru SMP di Surabaya, bertujuan untuk memastikan tenaga pengajar yang akan melakukan proses belajar mengajar tatap muka berstatus sehat.
"Memang Ibu Wali Kota ingin memastikan tenaga pengajar (sehat). Bukan hanya tenaga pengajar SMP saja. Nantinya SD (sekolah dasar) juga. Tapi yang pertama SMP dulu, negeri dan swasta," pungkasnya. dsy2
Editor : Redaksi