Buruh Gresik Ngeluruk Kantor Dewan Minta Cabut Omnibus Law

surabayapagi.com
Suasana aksi unjuk rasa buruh di depan Kantor DPRD Jl KH Wachid Hasyim Gresik. SP/M.AIDID

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Ratusan massa  buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI), Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Federasi Serikat Pekerja Perkayuan dan Kehutanan Indonesia (FSP Kahutindo) Kabupaten Gresik bergabung dalam sekretariat bersama (sekber)  Gresik melakukan aksi turun ke jalan dan mendatangi  kantor DPRD Gresik, Selasa (6/10/2020).

Para buruh menolak pengesahan UU Omnibus Law yang telah disahkan DPR RI.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Trate Takjil Market Volume 4 Libatkan 130 UMKM dan Resmikan Outlet Trate Rasa

Aksi penolakan UU Cipta Lapangan Kerja atau disebut juga UU Omnibus Law kali ini menghadirkan perwakilan pekerja  yang ada di pabrik untuk ikut bergabung  dalam perjuangan penolakan UU yang sudah digedok keabsahannya oleh para wakil rakyat di parlemen pusat.

“Walaupun UU Omnibuslaw sudah disahkan, tapi rakyat menolaknya maka undang-undangnya lemah,” teriak Ketua KSPSI Gresik Ali Muchsin Djalil dari atas mobil komando aksi.

Baca juga: GAPEKNAS Gresik Aktif Kembali, Pengurus Baru Siap Perkuat Kontraktor Lokal

“Dalam UU Yang baru, cuti haid dihilangkan, lha apa ini tidak merugikan kaum perempuan,” tegas Ali.

Ali Muchsin menegaskan gerakan ini adalah gerakan murni dari buruh, tidak ada yang menunggangi. Sayangnya tidak ada satupun anggota dewan yang ada di kantor DPRD Kab Gresik.

Baca juga: Guru Madrasah Demo, Kesejahteraan Guru Belum Rampung

Informasi yang dihimpun beberapa anggota dewan sedang melakukan kunjungan kerja. did

 

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru