SURABAYAPAGI, Surabaya - Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mendatangi Keuskupan Kota Surabaya untuk meminta doa restu, pada Kamis (08/10/20).
Didampingi oleh Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, kedatangannya merupakan bentuk silaturahmi pada jajaran Keuskupan Kota Surabaya.
Baca juga: Pakar Nilai Masyarakat Punya Legitimasi Kuat ke DPRD dengan Adanya Pilkada Tidak Langsung
Ditemui setelah acara silahturahmi, Eri Cahyadi mengungkapkan, bahwa meminta doa restu untuk diberikan kemudahan.
"Kita hanya minta doa restu dari keuskupan, semoga kita diberikan kemudahan dalam menghadapi pilkada dan Surabaya bisa lepas dari covid," ungkapnya.
Eri juga mengatakan bila ia meminta doa agar tidak banyak masyarakat yang golput, serta nantinya juga akan melakukan silaturahmi ke tempat-tempat lainnya.
"Minta doa biar ketika Pilkada tidak banyak yang golput dan tentunya akan melakukan silaturahmi ke banyak tempat. Intinya Surabaya harus aman dari covid dan golput," terangnya.
Baca juga: Wacana Pilkada Tidak Langsung, Akademisi Soroti Pentingnya Demokratisasi Partai
Sementara itu, Vikaris Jenderal Keuskupan Kota Surabaya, Eko Budi Susilo mengatakan bahwa kedatangan Eri Cahyadi salah satunya ialah melihat situasi Surabaya yang sudah rukun dalam kebersamaan.
"Mengenai tata kota dan kehidupan beragama yang rukun. Harus semakin dipersatukan. Yang sudah baik harus diteruskan. Jadi kita mau supaya Surabaya, masyarakatnya semakin rukun dan perjuangannya seperti pahlawan," ucapnya.
Harapannya, Eri Cahyadi bersama Armuji dapat membangun Kota Surabaya menjadi semakin indah dan semakin baik, sebab Keuskupan Kota Surabaya menginginkan pemimpin yang mampu menyatukan masyarakat.
Baca juga: Pilkada Melalui DPRD, Ada Cagub Setuju, Murah!
"Kami ingin pemimpin yang bisa menyatukan Masyarakat. Gereja Katolik tidak punya kekuatan ekonomi, politik, atau senjata. Kami mendukung secara moral dan memberikan berkat. Semangat kebaikan pemimpin terus ada untuk kesejahteraan masyarakat. Pemimpin untuk melayani dan membuat masyarakat sejahtera. Mengedepankan kepentingan umum dan masyarakat," pungkasnya. Byt
Editor : Mariana Setiawati