SURABAYAPAGI.com, Sampang - Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sampang mengalami banjir yang terjadi akibat luapan sungai Kemuning dua hari berturut-turut belum surut. Pihak Perusahaan Listrik Negera (PLN) setempat ikut memadamkan jaringan arus listrik, hal itu dilakukan karena khawatir terjadi korban jiwa lantaran terkena sengatan listrik.
“Sudah biasa mas, kalau air banjir belum surut bahkan semakin membesar, listrik ikut padam. Kemungkinan untuk menghindari adanya korban jiwa akibat arus listrik,” kata Rahmad Kurniawan, warga korban banjir asal kelurahan Delpenang,Sampang, Kamis (10/12/2020).
Baca juga: Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas
Kondisi tersebut tentunya membuat warga korban banjir lebih aman. Tetapi, semua akses informasi maupun komunikasi terancam putus. Sebab, semua alat elektronik tidak berfungsi termasuk handphone.
“Yang bisa kami lakukan hanya menunggu bantuan konsumsi dari pemerintah, dan kami yakin banjir ini akan surut,” imbuhnya.
Baca juga: Warga Probolinggo Pilih Ngungsi, 4 Desa di Lereng Bromo Terendam Banjir
Tak hanya listrik yang padam, banjir luapan sungai Kemuning ini juga melumpuhkan aktivitas perekonomian di wilayah Kabupaten Sampang. Sejumlah deretan toko sembako yang ada di jalan Protokol tutup.
“Biasanya jalan utama atau jalan Protokol ini ramai tidak ada sepinya, tetapi sekarang jalan raya beruban menjadi sungai dan pertokokan tutup semua,” ujar H.Budiman, salah satu pengusaha di jalan raya Panglima Sudirman.
Baca juga: Cegah Banjir, Pemkab Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai di 4 Lokasi Berbeda
Kepala Dinas Sosial, Amiruddin menjelaskan bahwa Dinas Sosial (Dinsos) setempat juga telah membuka dapur umum. “Untuk sementara 2 Dapur umum sambil memantau perkembangan dan menyesuaikan dengan situasi yang ada,” jelasnya. Dsy10
Editor : Redaksi