Perawat Cantik RSUD Kota Mojokerto Meninggal Karena Covid-19

surabayapagi.com
Plt Direktur RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Triastutik Sri Prastini

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Seorang perawat muda dan cantik di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto meninggal dunia akibat terpapar covid-19, Senin (21/12). Tenaga kesehatan (nakes) berinisial Y ini tutup usia setelah dirawat selama empat hari di ruang isolasi RSUD setempat.

Plt Direktur RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Triastutik Sri Prastini menjelaskan, Y dirawat di RSUD sejak Jumat (18/12) lalu. Ia masuk berbarengan waktu dengan suaminya yang juga terpapar covid-19.

Baca juga: Miliki Ornamen Tak Lazim, Masjid di Mojokerto Punya Ruang Bawah Tanah dengan 6 Musala

"Saat masuk, pasien hanya mengalami gejala demam dan batuk. Kondisinya segar bugar dan tidak ada sesak napas," ujarnya.

Trias juga tak menyangka dengan kematian mendadak anak buahnya ini. Pasalnya, kondisi yang bersangkutan terus berangsur membaik tiap harinya.
"Bahkan ada rencana akan dipulangkan usai dirawat di ruang inap Kencono Wungu yang memang khusus untuk pasien Covid-19 ringan," ungkapnya.

Namun tiba-tiba pasien merasakan sesak napas, nyeri pada bagian dada, dan kondisinya kian memburuk bahkan tidak sadarkan diri sekitar pukul 07.45 Wib.

"Kita sudah melakukan pertolongan cepat berupa resusitasi. Tapi sayangnya upaya tersebut tidak berhasil dan pasien akhirnya dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.45 Wib," sesalnya.

Trias menjelaskan, pasien Y asal Madiun ini sebelumnya melakukan uji swab bersama suaminya di rumah sakit plat merah tersebut. Dan hasilnya, keduanya dinyatakan positif covid-19.

Baca juga: Musrenbang Kecamatan Magersari jadi Pembuka Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto 2027 di Tingkat Kecamatan

"Suaminya anggota polisi, KTP asal dari Madiun tapi sehari-hari berdomisili di Kota Mojokerto. Dan siang ini tadi, jenazah diantar ke Madiun untuk dimakamkan disana," ungkapnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini sudah ada empat nakes RSUD yang dinyatakan positif covid. Dua orang dari perawat dan dua sisanya adalah dokter.

"Empat yang positif covid-19, dan satu sudah meninggal dunia. Tiganya saat ini sedang menjalani perawatan secara terpisah, ada yang dirawat di RSUD Kota Mojokerto, ada yang di rawat di RS Surabaya dan ada juga yang isolasi mandiri di rumah," pungkasnya.

Baca juga: Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan

Sementara itu, Y sendiri sebelumnya merupakan nakes perawat di ruang isolasi dan Oka reguler Covid-19 di RSUD. Duka mendalam sontak dirasakan seluruh pegawai rumah sakit saat melepas kepergian almarhumah.

Terlihat dalam rekaman video bedurasi 3, 20 menit yang beredar di whats up.
Dari tersebut terlihat pemulangan jenazah perawat muda ini di iringi tangis haru rekan sejawatnya.

Bahkan, saat pelepasan jenazah, para nakes dan karyawan RSUD berbaris rapi mengiringi kepergian mobil ambulance sebagai perhormatan terakhir. Mereka juga terlihat kompak melakukan hormat tangan saat mobil jezanah yang dikawal mobil Patroli dari Polres Mojokerto Kota ini keluar dari area rumah sakit sekitar pukul 13.00 Wib. Dwy

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru