SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Artis Cinta Laura yang kini juga menyandang status sebagian Duta Anti-Kekerasan Anak dan Perempuan, pernah mengalami pelecehan seksual. Cinta mengaku pernah mengalami salah satu bentuk pelecehan seksual yaitu catcalling.
Baca juga: Nasihat Buya Yahya untuk Pria Diduga Peselingkuh
Catcalling ini kerap kerap dianggap sepele oleh kebanyakan orang dan kerap dijumpai di ruang publik dengan bentuk pelecehan verbal. Seperti, pria yang mengomentari fisik wanita yang tak dikenalnya atau pun melihat orang lain dengan cara yang tak biasa.
Oleh karenanya, catcalling kerap membuat korbannya merasa tak aman dan tak nyaman. Cinta Laura pun pernah mengalami hal ini saat dirinya tengah berjalan kaki di pusat kota. Padahal kala itu menurut Cinta ia tengah mengenakan pakaian yang tertutup.
"Aku keluar dari mobil dengan mengenakan celana panjang dan pakaian tertutup. Pakai masker juga. Tiba-tiba, ada yang bilang 'uuu seksi sekali'," ungkapnya, Kamis (11/3/2021).
Cinta juga menjelaskan bahwa pelecehan seksual bisa saja terjadi di media sosial. Ia pun menyarankan agar masyarakat mampu melindungi data pribadi dengan memisahkan akun pribadi dan pekerjaan di media sosialnya.
"Jangan percaya third party application atau alamat situs yang dikasih secara online. Banyak hacker yang bisa akses data pribadi dan menggunakan data itu untuk hal yang tidak baik," paparnya.
Baca juga: Nikita Mirzani, Saat di PN Tersenyum, Kini Dipidana 6 Tahun
Cinta juga menyebutkan bahwa pelaku pelecehan seksual kerap ada di lingkungan sekitar, bahkan orang yang dikenal sekalipun. Oleh karenanya, Cinta menegaskan korban bisa membuat pelaku ketakutan dan jera dengan cara membuat bukti dan melaporkannya.
"Jangan meladeni pelaku. Pelaku bisa memanipulasi dan mengintimidasi kita supaya takut. Cukup screenshot dan laporkan," pungkasnya.
Catcalling Sendiri bukanlah pujian, melainkan bentuk kekerasan verbal yang dilakukan laki-laki tak dikenal terhadap wanita yang dilihatnya di tempat umum. Kenali lebih lanjut seputar pelecehan seksual ini.
Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Gelar Sosialisasi Gerakan Anti Pelecehan Seksual di Kereta Api
Catcalling adalah komentar bernada seksual yang dilontarkan oleh laki-laki ke wanita di tempat umum, misalnya jalan raya, pusat perbelanjaan, stasiun, dan lain-lain. Bedanya dengan pelecehan seksual pada umumnya adalah laki-laki dan wanita tidak saling kenal sehingga kerap juga disebut pelecehan asing.
Selain kata-kata berbau seksual, cat calling juga bisa berbentuk siulan, lirikan, kedipan, bahkan memegang area tubuh tertentu. Tujuan catcalling bukanlah ingin melakukan pemerkosaan, namun lebih kepada mencari perhatian dari sang wanita. dsy/er
Editor : Moch Ilham