SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebanyak puluhan warga di enam desa di tiga kecamatan Kabupaten Magetan harus dievakuasi akibat hujan derashingga mengakibatkan banjir. Banjir yang paling parah terjadi di Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan.
Menurut Sunarti, perangkat Desa Pojok mengatakan bahwa warga yang dievakuasi, diantaranya, yakni lansia dan anak-anak. Untuk sementara mereka mengungsi ke rumah saudara.
Baca juga: Petani Lesu, Harga Daun Bawang di Magetan Terjun Bebas Dipicu Panen Raya Massal
"Ini sebagian dievakuasi ke tempat aman. Maaf ya ini saya masih nguras kandang sapi saya kena banjir," ujar Sunarti, Rabu (17/3/2021).
Sementara Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, dalam data sementara ada 24 KK yang terdampak banjir. Air hingga masuk ke dalam rumah. Puluhan rumah itu tersebar di Desa Pojok dan Balerejo, Kecamatan Kawedanan.
Baca juga: Pengamat Hukum Sebut Ada Indikasi Penyimpangan dalam Dokumen Lama
"Info sementara baru ada 24 rumah KK yang terdampak banjir dan kemungkinan bertambah," paparnya.
Sebelumnya, hujan deras mengguyur Magetan selama lebih dari tiga jam. Enam desa banjir dengan ketinggian antara 30 hingga 80 cm.
Baca juga: Sejuknya Air Terjun Tirtasari, Keindahan Alam Tersembunyi Dekat Telaga Sarangan Magetan
Tiga desa di Kecamatan Kawedanan yang dilanda banjir yakni Desa Tladan, Balerejo dan Mangunrejo. Sedangkan dua desa di Kecamatan Ngariboyo yakni Desa Banjarpanjang dan Ngariboyo. Di Kecamatan Parang, banjir melanda Desa Sundul.
Selain banjir, di Magetan juga ada dua titik tanah longsor. Yakni di Desa Cileng Kecamatan Poncol dan di Desa Baleasri Kecamatan Ngariboyo. Dsy12
Editor : Redaksi