SURABAYAPAGI, Surabaya - Pengabdian Masyarakat yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Petra (UK Petra) mampu menembus keterbatasan saat COVID-19. Kali ini UK Petra menjawab kebutuhan warga Sidosermo dengan menyesuaikan anggaran yang ada. Minggu (21/03/2021).
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh kelompok 3 COP UK Petra 2021 ini memilih Desa Sidosermo sebagai sasaran yang berlokasi di daerah Surabaya bagian selatan tepatnya di Kecamatan Wonocolo Surabaya. Sasaran utama kelompok ini bagi penduduk RW 05 yang kurang lebih berjumlah 300 orang. Setelah diresmikan kemarin Februari 2021, sama dengan kelompok lainnya kelompok 3 ini bergerak menganalisa permasalahan yang terjadi.
“Beranggotakan 20 orang mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di UK Petra, kami menggelar aksi nyata program fisik dan non fisik di RW 05 Kelurahan Sidosermo-Kecamatan Wonocolo. Kami didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Dr. Andrian Dektisa Hagijanto, S.Sn., M.Si.," terang Stanley Filberto Ciasie Suteja selaku ketua kelompok 3 COP 2021 UK Petra.
Stanley memaparkan bahwa permasalahan utama yang ada di Kelurahan Sidosermo yakni masih banyaknya lahan kosong yang bisa dimanfaatkan secara maksimal, banyak warga yang belum mengerti teknologi, kurang terawatnya fasilitas publik hingga akses masuk yang sempit dan minimnya tempat parkir.
Menjawab kebutuhan para warga di Kelurahan Sidosermo dan menyesuaikan anggaran yang ada, banyak hal yang dilakukan oleh kelompok 3 ini. Yakni membangun Greenhouse, pembangunan taman baca, pembuatan mainan tradisional anak pada paving, pembuatan dan pengecatan meja-kursi berbahan dasar ban bekas hingga pembuatan katalog UMKM.
Kegiatan tersebut dimulai pada 08.00 WIB bersama dengan warga, mulai dari kalangan dewasa hingga anak-anak. Kegiatan tersebut diawali dengan membuat tiga meja dan enam kursi yang berbahan dasar ban.
“Kami ingin lebih memanfaatkan ban bekas yang sayang jika tak digunakan. Ini untuk menambah tempat duduk di pos taman baca sebab tempat duduk yang lama terlalu sempit," rinci Stanley.
Selanjutnya pada pukul 12.00-13.00 WIB juga digelar penyuluhan mengenai praktek pelaksanaan protokol kesehatan di era COVID-19. Agar lebih atraktif, dalam penyuluhan ini diselingi dengan berbagai macam games.
Dilanjutkan dengan aksi pengecatan meja-kursi berbahan dasar ban yang telah dibuat pada pagi harinya oleh anak-anak sekitar. Anak-anak sengaja diajak aktif berinteraksi agar anak-anak juga melatih motoriknya meski ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Usai acara pengecatan, dilanjutkan dengan peresmian taman baca yang telah dibenahi. Sebelumnya taman bacaan ini hanya pos biasa yang terbuat dari bilah-bilah kayu saja. Dengan membuat taman baca yang bagus, modern dan nyaman akan menarik warga terutama anak-anak untuk beraktivitas dan belajar di tempat tersebut.
“Kami membenahi beberapa hal diantaranya memberi rak buku, pengecatan ulang, pemasangan tirai bambu, pembuatan meja lipat siku di sisi kanan dan kiri hingga pemasangan triplek untuk lantai duduk," pungkas Stanley. mbi
Editor : Mariana Setiawati