SURABAYAPAGI, Surabaya - Tiga Jagoan Universitas Airlangga (Unair) turut andil dalam harumkan nama almamater di kancah Nasional. Kali ini tim debat Squirrel yang terdiri dari Achmad Ghiffari, Ariel Ciptadi Darmawan dan Amilatul Khoiriyah berhasil mengambil alih juara 3 Kompetisi Debat Bahasa Indonesia Genta Wiyata 3.0. Senin (22/03/2021).
Tak puas sampai disitu, Achmad Ghiffari juga berhasil menjadi pembicara terbaik ke-4 dan pembicara pidato balasan terbaik ke-6 serta. Tak mau kalah, Ariel Ciptadi Darmawan juga menjadi pembicara terbaik ke-10.
Achmad Ghiffari selaku Ketua Tim Squirrel mengatakan, lomba itu diadakan oleh Genta Wiyata Debate Forum (GWDF), sebuah komunitas debat independen dari Pekanbaru. Lomba debat tersebut diikuti oleh 44 tim dari berbagai Universitas se-Indonesia.
“Alhamdulillah, di perlombaan tersebut, berkat doa dan usaha kami, kami mendapat beberapa penghargaan,” tuturnya.
Pelajar dari Program Studi Ilmu Komunikasi itu mengungkapkan, bahwa motivasi terbesar Tim Squirrel adalah untuk mengharumkan nama UNAIR dan UKM Airlangga Debating Society. Selain itu, prestasi tersebut juga penting untuk pengembangan diri melalui pengalaman serta ilmu baru yang didapatkan.
Menurut mahasiswa yang akrab disapa Ari ini, mosi dalam Kompetisi Debat Bahasa Indonesia Genta Wiyata 3.0 sangat beragam. Mulai dari topik hak asuh anak dari orang tua yang bercerai, keputusan Facebook yang membatasi konten politik, hingga isu feminis serta narasi pemuda sebagai agent of change.
Pasalnya, ketiga jagoan Unair ini sudah saling kenal sejak menjadi mahasiswa baru saat bergabung di Airlangga Debating Society. Tim Squirrel-pun sudah tiga kali mengikuti lomba debat nasional. Selama berproses, mereka yakin bahwa mereka belum sekeren itu dalam debat.
“Jadi kita sama saling belajar, mengoreksi dan menyemangati. Kami tidak pernah saling menyalahkan saat kalah karena kami kalah secara tim berarti evaluasinya harus secara tim juga,” ungkapnya Ari.
Ari menyebut jika perjalanannya dengan tim pada babak pertama tidak begitu mulus. Pada babak penyisihan Tim Squirrel bertanding sebanyak lima kali untuk merebutkan posisi 16 besar.
“Meskipun di dua babak pertama kami berhasil mengalahkan tim dari Universitas Andalas dan Universitas Padjadjaran, di babak ketiga kami harus mengakui kekalahan dari tim Universitas Airlangga yaitu kawan kami sendiri,” imbuh Ari.
Dirinya berharap, kedepannya perhatian Unair untuk UKM Debat serta kegiatannya bisa lebih baik. Serta dapat membantu kegiatan kami dalam bentuk pelatihan, dana dan atau ruang sekretariat yang bisa digunakan oleh UKM Airlangga Debating Society.
“Unair sudah cukup baik dalam memfasilitasi kami melalui UKM Debat yang sudah mewadahi keinginan kami untuk belajar banyak perihal debat,” pungkasnya. mbi
Editor : Mariana Setiawati