SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Sepriadi menilai penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jilid 5 Kota Mojokerto semakin efektif.
Ini berdasar hasil rapat daring terkait evaluasi dan monitoring PPKM Mikro Tahap V tingkat Provinsi Jawa Timur, di Galery Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto, Selasa (13/4/2021) pagi.
Baca juga: Peringati Nuzulul Quran, Pemkot Mojokerto Undang KH. Imam Chambali dan Abah Topan
Vidcom zoom meeting yang di buka Sekretaris Daerah Pemprov Jatim, Heru Cahyono ini di ikuti oleh Satgas Covid -19 Kota Mojokerto. Diantaranya, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi, S.I.K. M.I.K dan Dandim 0815, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto.
Ditemui usai rapat, Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi mengatakan, selama PPKM terjadi penurunan angka positif dan tingkat kesembuhan meningkat tinggi. Selain itu angka kematian terus menurun.
"Kota Mojokerto sudah terkendali, angka kematian perhari sudah zero dan angka pertumbuhan covid-19 masuk kategori rendah 1 sampe 5," jelasnya.
Baca juga: Buru Combo Diskon 2026, Ratusan Warga Kota Mojokerto Rela Antri Bayar PBB
Kondisi ini, lanjut Deddy menandakan jika PPKM berlangsung efektif. Artinya kampung-kampung tangguh di tingkat kelurahan dan RT (Rukun Tetangga) sudah sangat efektif. Ini juga terbukti dengan zona covid-19 kota yang sudah oranye.
"Ujung tombak kita itu di kampung tangguh, itu sesuai konsepnya dengan PPKM Mikro," tandasnya.
Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP
Deddy juga menyebut, dalam vidcon zoom tadi, Kota Mojokerto tidak melakukan pemaparan. Ini menandakan, grafik persebaran covid-19 Kota Mojokerto aman terkendali.
"Yang pemaparan tadi dari Kediri, Batu, Pasuruan dan Kabupaten Malang yang memang angka pertumbuhan covid-19 serta angka kematiannya masih terbilang cukup tinggi," tegasnya. Dwy
Editor : Redaksi