Penerimaan Pajak Jatim Triwulan I/2021 Capai Rp 9 Triliun

surabayapagi.com
Layanan tatap muka Kantor Pelayanan Pajak (KPP) wilayah Surabaya, Jawa Timur. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun 2021, penerimaan pajak Kantor Wilayah DJP Jawa Timur I selama triwulan I mencapai Rp 9,06 Triliun atau sebesar 20, 24 persen dari target Rp 44,8 Triliun untuk tahun 2021. 

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I John L Hutagaol menyampaikan informasi kinerja di wilayah kerjanya selama triwulan satu tahun 2021 tersebut Kanwil DJP Jatim I berada di rangking 6 dari 33 Kantor Wilayah di Indonesia.

Baca juga: Saksi Indah Utami Mengaku Hanya Menjalankan Fungsi Administratif, Tidak Menentukan Nilai maupun Menyetujui Pengeluaran

"Dari target penerimaan pajak 2021 sebesar Rp 44,8 triliun, saat ini kami telah mercapai Rp 9,06 triliun atau sebesar 20,24 persen sehingga berada di rangking enam dari 33 Kantor Wilayah se Indonesia," ujarnya, Rabu (28/4/2021).

“Tingkat Kepatuhan mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun 2020, dimana dari 344.449 wajib pajak yang wajib lapor terdapat 252.467 wajib pajak yang sudah melakukan pelaporan SPT tahunan PPh nya," ucapnya.

Baca juga: Puluhan Masa Yayasan Masjid Rahmat Surabaya Tuntut Pengembalian Tanah Wakaf di Pandigiling

Dia mengungkapkan, target kepatuhan pada triwulan satu tahun 2021 ini sebesar 50 persen dari jumlah wajib pajak terdaftar yang wajib lapor SPT.

Sementara itu, John menambahkan, upaya pengaman penerimaan pajak 2021 yang akan dilaksanakan meliputi Penyuluhan, Pelayanan dan Penegakan Hukum. "Untuk prioritas meliputi kegiatan inti Optimalisasi dan Kegiatan Perluasan Basis Data Perpajakan," imbuhnya.

Baca juga: Cari Figur Berintegritas, Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Periode 2026–2031

Pada kesempatan tersebut John menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah Kapal selam Nanggala 402. "Aemoga para prajurit yang gugur mendapatkan tempat di surga dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran," pungkasnya. Dsy11

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru