SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Puluhan pelajar di jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Probolinggo mulai menggelar proses belajar tatap muka, Senin (24/5).
Baca juga: Ranu Sentong Bakal Jadi Destinasi Wisata Ekologis Baru di Probolinggo
Salah satunya adalah SDN Tisnonegaran 1. Tampak, para siswa yang hendak masuk dicek suhu tubuhnya oleh pihak sekolah.
Lalu dilanjutkan dengan protokol kesehatan lainnya, seperti penggunaan masker dan wajib cuci tangan sebelum mengikuti proses belajar. Di dalam kelas, kuota yang disediakan hanya sekitar 50 persen dari jumlah siswa.
Siswa pun bersemangat dalam mengikuti proses belajar tatap muka kali ini. “Senang sekali bisa sekolah lagi. Bisa ketemu teman. Kalau ngerjakan dari hape, tidak ada masalah,” jelas salah satu siswa, Marvin.
Pada proses belajar tatap muka kali ini, dilakukan dengan dua metode sekaligus. 97 persen dilakukan dengan metode tatap muka, 3 persen sisanya dilakukan dengan metode daring. Karena saat ini masuk masa ujian, proses pengerjaan soal pun juga disesuaikan dengan protokol kesehatan.
Baca juga: Menara Air Randu Pangger Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru Berbasis Sejarah dan Edukasi
“Kelas 1 sampai kelas 3 menggunakan kertas soal biasa. Kelas 4 dan 5 menggunakan handphone, memanfaatkan google form. Jadi begitu selesai, langsung dikirim ke server kami,” kata wali kelas 6B, SDN Tisnonegaran 1, Humayni Pujiastuti, Senin (24/5/2021).
Karena pertama kali digelar, sejumlah guru mengaku mengalami kesulitan penyesuaian. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. “Terutama soal Prokes ya, namanya juga anak-anak. Kalau ketemu temannya pasti bersemangat. Itu yang kerap kami ingatkan, untuk jaga jarak dan tetap memakai masker,” imbuhnya.
Informasi yang dihimpun, ada 86 lembaga sekolah dasar negeri dan swasta yang menjalani pembelajaran tatap muka. Serta ada 19 lembaga sekolah menengah pertama yang siap jalani sekolah tatap muka. Dimana satu dari 19 lembaga SMP negeri dan swasta itu, tidak bisa menggelar sekolah tatap muka. Karena belum ada persetujuan dari wali murid.
Baca juga: Warga Probolinggo Pilih Ngungsi, 4 Desa di Lereng Bromo Terendam Banjir
Baik guru maupun siswa berharap, pandemi covid19 segera berakhir. Sehingga proses belajar bisa kembali seperti sebelum ada pandemi. “Sehingga kami bisa mengajar dan anak-anak bisa sekolah tanpa kekhawatiran,” tandasnya.
Editor : Moch Ilham