SURABAYAPAGI, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerjunkan Tim Swab Hunter untuk mengantispasi penularan covid-19 didalam kota. Selain itu, pemkot Surabaya telah mengantisipasi penularan Covid-19 asal Bangkalan, Madura, melalui penyekatan di Jembatan Suramadu.
“Swab massal dan Swab Hunter di dalam kota terus kita lakukan, baik di permukiman warga dan keramaian masyarakat,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, kemarin.
Baca juga: Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Hutan Mangrove Seperti TPA
Eri juga menegaskan, pihaknya terus mendata warga yang melakukan mobilitas di beberapa pekan terakhir ini. Apalagi terhadap warga yang datang atau setelah berkunjung ke Madura. Hal ini dilakukan untuk deteksi dini sebaran Covid-19 di Surabaya.
“Kalau ada warga Madura yang berkunjung ke Surabaya dan sebaliknya, kita lakukan tracing dan juga tes, termasuk tesnya itu ke pasar-pasar,” ujarnya.
Baca juga: Meresahkan Pengendara, Pemkot Surabaya Tindak Tegas Pungli Jalan Romokalisari
Eri mengajak warganya selalu menjaga protokol kesehatan. Ia yakin, dengan cara gotong-royong dan bersama-sama menjaga protokol kesehatan, transmisi kasus Covid-19 di Kota Surabaya bisa ditekan.
“Jadi, aku nyuwun tulung (minta tolong) kepada warga, ayo terus menjaga protokol kesehatan, supaya tidak ada lonjakan kasus di Surabaya,” kata dia.
Baca juga: Target Kinerja Belum Tercapai, Eri Cahyadi Ganti 13 Kepala Dinas Surabaya Berdasarkan Hasil Evaluasi
Eri mengaku, dirinya terus memantau penyekatan di Jembatan Suramadu, khususnya di sisi Surabaya. Ia mengungkapkan, sejak dilakukan penyekatan dan rapid antigen, tepatnya mulai Sabtu hingga Kamis, sudah 13.735 pengendara yang dites rapid antigen. Dari jumlah tersebut, 239 yang dinyatakan positif dan 13.496 sisanya dinyatakan negatif.sb4/na
Editor : Mariana Setiawati