SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo mencatat realisasi pendapatan dari sektor parkir tahun 2025 lalu tidak tercapai 100 persen. Awalnya target PAD sektor parkir hanya Rp2,2 Miliar pada APBD murni. Namun saat perubahan anggaran keuangan (PAK) target tersebut justru dinaikkan menjadi Rp2,6 Miliar.
Akibatnya sampai akhir tahun realisasi pendapatan dari sektor parkir hanya tercapai Rp2,1 Miliar atau 79,98 persen. Padahal, selama 2025 tidak ada persoalan dalam pelaksanaan kontrak kerja sama dengan petugas parkir. Seluruh kewajiban pembayaran telah diselesaikan dan tidak terdapat piutang.
"Saat PAK target kami ditambah, akhirnya kan tidak sesuai dengan kertas kerja kami. Sehingga dari target Rp2,6 Miliar, kami tidak bisa memenuhi 100 persen. Masalahnya objek baru tidak ada, event kemarin juga turun, jadi pendapatan kami juga agak turun, itu salah satu penyebabnya," ujar Kepala Dishub Ponorogo, Wahyudi, Selasa (21/07/2026).
Sehingga, dipastikan untuk kendala utama justru berasal dari terbatasnya objek parkir baru yang dapat digarap. Bahkan, sejumlah titik mengalami penurunan potensi sehingga harus dicarikan lokasi pengganti.
Selain itu, berkurangnya penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event turut berdampak terhadap penurunan pendapatan parkir insidentil. Ke depan, ia berharap ada banyak event yang digelar sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
"Kalau dihitung dari target awal, capaian kami sebenarnya sudah sesuai. Angka sekitar 80 persen terhadap target setelah PAK menurut kami sudah cukup baik karena tambahan target tersebut cukup besar," tegasnya. pn-01/dsy
Editor : Redaksi