Wakil Ketua DPRD Surabaya Desak Penambahan Ambulans

surabayapagi.com
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mendesak adanya penambahan unit ambulans untuk jenazah pasien virus Corona. SP/SR/AHMAD ZAIMUL HAQ

SURABAYAPAGI, Surabaya – Pimpinan DPRD Kota Surabaya mendesak  adanya penambahan unit ambulans untuk jenazah pasien virus Corona ( Covid-19 ). Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah.

Selain berharap ada penambahan ambulans, Laila Mufidah mengatakan juga perlunya penambahan tenaga pemulasaran jenazah pasien Covid-19. 

Baca juga: Ramadan Kondusif, Satpol PP Surabaya Tutup Hiburan dan Tingkatkan Patroli

"Kebutuhan ambulance sekaligus petugas pemulasaran jenazah Covid-19 di Surabaya saat ini begitu mendesak. Persis tetangga saya malam ini menunggu 15 jam jenazah baru diangkut dari rumah," tutur Laila, kemarin.

Selama 15 jam itu, baik keluarga maupun tetangga dan warga tak berani menangani. Sebab warga sudah menduga bahwa korban meninggal karena Covid-19. 

Jam 03.00 dini hari meninggal. Sebelumnya yang bersangkutan pernah berinteraksi dengan korban yang sebelumnya lebih dulu meninggal karena Covid-19. Yang bersangkutan memang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah di Kendangsari. 

Baru pada Kamis pukul 19.00 tadi malam baru ada ambulance. Petugas membawa warga Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo itu untuk dilakukan pemulasaran. 

Kejadian tersebut tidak hanya terjadi di Kendangsari. Di hampir semua tempat situasinya sama. Mobil jenazah tidak segera tiba. Kondisi ini karena memang kebutuhan mobil jenazah meningkat.

Baca juga: Dorong Percepatan Validasi DTSEN, Ketua Komisi A Minta Pemkot Libatkan RT/RW

Hampir setiap waktu ada saja orang meninggal. Akibatnya ketercukupan mobil jenazah untuk pemulasaran makin berkurang.

"Saya mendorong penambahan unit mobil ambulance. Petugas pemulasaran juga ditambah," kata Laila. 

Penambahan unit itu bisa melibatkan swasta untuk mengerahkan semua unit ambulance jenazah. Mereka yang punya ambulans jenazah bisa bersama-sama membantu kebutuhan mobil jenazah ini. 

Baca juga: Bahtiyar Rifai Dorong Pengawasan Ketat Cagar Budaya

Untuk tenaga pemulasaran bisa merekrut warga setempat. Sebab antrean pemulasaran saat ini juga meningkat. Rekrutmen petugas pemulasaran ini bisa direkrut dari lingkungan RW. 

Selain sudah diberi skill khusus pemulasaran, mereka juga akan dilengkapi APD alat pelindung diri yang lengkap sehingga aman saat pemulasaran.tn/na

 

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru