SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Inayati Nur dalam membuka usaha bisnis kuliner ‘Pukis Menul Bu Andri’ ini mengaku tak sengaja lantaran pandemi Covid-19 yang membuat sebagian orang mencari cara untuk mengisi kegiatan yang produktif dan menghasilkan.
Usaha tersebut berada di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Inayati Nur yang akrab disapa Aya tersebut membuat pukis, berawal akibat dari berhentinya usaha wedding organizer (WO) yang digelutinya. “Sebenarnya ini usaha iseng-iseng,” ucapnya.
Baca juga: Pasca Lebaran 2026: Harga Plastik Melonjak 100 Persen, UMKM-Pedagang di Lamongan Menjerit
Usaha tersebut sempat berhenti saat awal pandemi Covid-19. “Awalnya usaha wedding organizer, karena pandemi yang bikin beberapa usaha WO stuck, termasuk WO keluarga saya, dan inisiatif membuat bikin pukis dengan resep rahasia keluarga,” paparnya.
Sebelum sukses seperti sekarang ternyata Aya sudah melakukan sejumlah percobaan sampai menemukan rasa pukis yang pas. “Menemukan resepnya juga butuh proses dan tidak mudah, ketika rasanya dirasa pas, kami pun memberikannya ke tetangga. Tidak disangka malah banjir orderan,” katanya.

Baca juga: Momentum Musim Haji Jadi Berkah Bagi Pedagang Musiman pernak-pernik di Kediri
Salah satu varian pukis milik Aya. SP/ LMG
Dirinya juga membocorkan rahasia usahanya tetap bertahan dan berkembang. Dia mengaku melibatkan semua anggota keluarga dalam bisnisnya tersebut, termasuk suaminya. “Suami saya yang bakat masak akhirnya ikut meneruskan. Kuncinya adalah konsisten soal rasa,” ungkapnya.
Baca juga: Dongkrak Perekonomian, Situbondo Beri Pembinaan UMKM Kuliner ‘Seafood’ Jalur Pantura
"Makanan yang enak itu bukan gara-gara ramai atau tidak, tetapi gara-gara pembeli yang balik lagi dan lagi," imbuhnya.
Aya mengaku memasarkan pukisnya melalui media sosial, yakni Instagram @pukismenulbuandri. “Kami juga inisiatif buat kerja sama dengan akun Instagram yang punya follower besar, misal kalau ada kegiatan gede pukis saya jadi sponsornya,” katanya. Dsy2
Editor : Redaksi