SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Olimpiade Tokyo 2020 kembali mengkuri sejarah manusia tercepat di dunia yang sebelumnya milik sprinter asal Jamaika Usain Bolt. Selain itu, sprinter asal Italia, Lamont Marcell Jacobs sukses merebut medali emas di cabang atletik nomor 100 meter putra. Dia meraih catatan 9,80 detik.
Olimpiade Tokyo 2020 menjadi kali pertama tidak dihadiri Usain Bolt sejak Olimpiade Athena 2004. Bolt memutuskan pensiun pada 2017 dan kini Jacobs resmi menjadi penerus Bolt. Jacobs merasa senang karena telah membuat mimpi kecilnya menjadi kenyataan. Ia pun merasa tak menyangka sebenarnya bisa menjadi yang tercepat di nomor 100 meter putra tersebut.
Baca juga: Timnas Bola Voli Pantai Indonesia Sabet Medali Perunggu di Ajang Asian Youth Games 3rd 2025 Bahrain
Jacobs, yang tak diunggulkan itu, mengalahkan para pelari dunia kelas atas, termasuk Fred Kerley dari Amerika Serikat dan Andre de Grasse dari Kanada yang masing-masing meraih perak dan perunggu.
Fred Kerley finis di urutan kedua dengan catatan waktu 9,84 detik, sedangkan de Grasse mencatatkan waktu 9,89 detik, demikian catatan resmi kompetisi.
Kemenangan Jacobs ini cukup mengejutkan karena dia finis di posisi ketiga dalam babak semifinal 3 dengan catatan waktu 9,84 detik, di bawah pelari China Su Bingtian (9.83 detik) dan pelari AS Ronnie Baker (9,83 detik).
Baca juga: SURABAYA ISOPLUS MARATHON: Perpaduan Sport, Spirit, dan City Pride dalam Marathon Berskala Nasional
Namun catatan waktu dia lebih baik dari pelari lain yang tergabung di semifinal 1 dan semifinal 2, termasuk Kerley dengan waktu 9,96 detik dan de Grasse dengan 9,98 detik.
Jacobs yang lahir di Texas, Amerika Serikat sangat bangga dengan pencapaian ini. Hebatnya lagi, Jacobs menjadi orang pertama yang memenangkan nomor 100 meter putra tersebut setelah Usain Bolt yang selalu memenangkannya sejak Olimpiade 2008. Selama tiga edisi Bolt sanggup menjadi yang tercepat di nomor tersebut.
Baca juga: Langkah Strategis Decathlon Ajak Masyarakat Surabaya Mencintai Olahraga
"Saya tidak tahu, ini mimpi. Ini mimpi, ini fantastis. Mungkin besok saya bisa membayangkan apa yang mereka katakan, tapi hari ini luar biasa," kata Jacobs, Senin (2/8/2021).
"Ini adalah impian masa kecil saya untuk memenangkan Olimpiade. Jelas mimpi bisa berubah menjadi sesuatu yang berbeda. Bisa tampil di final dan menjadi juara adalah mimpi yang menjadi kenyataan," tegasnya. Dsy14
Editor : Redaksi