Hasilnya Menggiurkan, Gus Iwan Dorong Petani di Jatim Tanam Pisang Cavendish

surabayapagi.com
Caption: Gus Iwan saat memanen pisang cavendish di Desa Brangsi Kec Laren Kabupaten Lamongan.SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYA PAGI, Lamongan - Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Achmad Iwan Zunaih mendorong petani di Jawa Timur untuk melirik dan menanam pisang cavendish. Selain hasilnya cukup menggiurkan, tanaman yang diyakini bisa menambah imun ini juga permintaan pasar cukup besar, dan ini bisa menjadi solusi menambah inkam petani di tengah kondisi pandemi.

Hal itu ia sampaikan saat melihat langsung panen pisang di kebun H. Sholahuddin sang inisiator penanaman pisang cavendish, di Desa Brangsi Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Sabtu (14/8/2021).

Disebutkan oleh Gus Iwan panggilan akrab politisi Partai NasDem ini, komoditi pisang cavendish yang ditanam H. Sholahuddin bersama mitra petani ini patut diapresiasi oleh masyarakat dan pemerintah, apalagi ini cukup menginspirasi bagi petani untuk bisa beralih menanam pisang, karena hasilnya cukup menggiurkan.

"Apa yang dilakukan oleh H. Sholah dengan jihad ekonominya perlu kita apresiasi, karena di tengah keterpurukan ekonomi saat pandemi covid-19 ini, beliau bisa membangkitkan perekonomian dari sektor pertanian, ini luar biasa," ujarnya.

Tentu yang demikian ini kata Gus Iwan, patut untuk diikuti, karena hasil yang didapati dari menanam pisang ini tidak sedikit, dan pemerintah Kabupaten dan Provinsi harus bisa merespon fakta ini dalam upaya membangkitkan perekonomian masyarakat khususnya petani, di tengah pandemi.

"Saya rasa ini perlu masyarakat melihat fakta tersebut, sebagai hal untuk meningkatkan perekonomian, karena dilihat potensi ekonominya, pisang cavendish ini sangat potensial, bila dibandingkan dengan komoditas lainnya," kata pria yang juga menjabat sebagai Rektor di Institut Sunan Drajat (Insud) Paciran Lamongan ini menambahkan.

Apalagi kata Gus Iwan, Kaji Sholah tadi sudah menjamin pasar nya, ini bagus sekali, artinya apa menanam menjualnya sudah pasti karena ada yang membeli, ini jaminan bagi petani. "Kalau pasarnya sudah jelas seperti ini, tentu ini sangat menggembirakan, jangan lantas menanam/memproduksi tapi tidak ada yang membeli. Pisang cavendish ini pasarnya jelas permintaan juga cukup besar," jelasnya.

Kalau ada jaminan seperti ini ada yang membeli, pihaknya sangat yakin dengan kondisi seperti ini perekonomian masyarakat bisa cepat pulih, tinggal bagaimana sekarang secara bersama-sama masyarakat dan Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur, dan Pemerintah Kabupaten/Kota bupati dan walikota di Jawa Timur, untuk sedikit menoleh memberikan perhatian kepada kelompok- kelompok petani khususnya petani pisang cavendish agar bisa lebih berkembang lagi.

Sekedar diketahui di Lamongan ini sudah ada sekitar 192 hektar tanaman pisang dibawah komando brand Yasmin. Karena permintaan pisang cavendish ini cukup besar, Sholahuddin sebagai inisiator menargetkan pada 2023 mendatang bisa menanam pisang di 1000 hektar. Target itu berpotensi tercapai karena semangat petani binaannya luar biasa.jir

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru