SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hemodialisa atau yang biasa dikenal dengan cuci darah merupakan salah satu pengobatan yang dikhususkan bagi pasien gagal ginjal kronis. Proses cuci darah ini dilakukan oleh mesin yang menyaring limbah berupa garam dan cairan dari darah karena ginjal tidak lagi mampu melakukan fungsinya dengan baik.
Namun metode ini juga dapat menyebabkan efek samping yang serius. Oleh karena itu, metode cuci darah harus disokong perawatan kesehatan serta bantuan dari dokter spesialis ginjal yang memiliki pengalaman dalam dunia hemodialisa.
Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus
Sejumlah risiko maupun efek samping yang mungkin saja timbul jika melakukan cuci darah, diantaranya penurunan tekanan darah adalah efek samping yang umum dari cuci darah. Tekanan darah rendah dapat disertai sesak napas, kram perut, kram otot, mual atau muntah.
Kram otot selama hemodialisis sering terjadi. Menyesuaikan asupan cairan dan natrium sebelum melakukan cuci darah juga dapat membantu mencegah gejala selama proses berlangsung.
Orang yang menjalani cuci darah sering mengalami kesulitan tidur, kadang-kadang karena gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea) atau karena kaki pegal, tidak nyaman atau gelisah.
Baca juga: Tekan Penyebaran Wabah DBD, Pemkab Bangkalan Gencar Berantas Sarang Nyamuk
Selain itu, bagi ginjal yang rusak tidak lagi dapat memproses vitamin D untuk membantu menyerap kalsium. Alhasil, tulang mungkin akan menjadi lemah. Selain itu, kelebihan produksi hormone paratiroid (komplikasi umum dari gagal ginjal) dapat melepaskan kalsium dari tulang. Cuci darah dapat memperburuk kondisi ini dengan membuang terlalu banyak atau terlalu sedikit kalsium dari dalam tubuh.
Jika mengonsumsi terlalu banyak garam atau minum terlalu banyak cairan, tekanan darah tinggi pasien gagal ginjal kemungkinan akan memburuk dan menyebabkan masalah jantung atau stroke.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Wabah PMK, Pemkab Madiun Gercep Periksa Kesehatan Ternak
Komplikasi yang berbahaya seperti infeksi, penyempitan atau penggelembungan dinding pembuluh darah (aneurisma), atau penyumbatan dapat memengaruhi kualitas cuci darah. Ikuti instruksi tim hemodialisa tentang cara memeriksa perubahan yang terjadi dalam tubuh dan mungkin menunjukkan masalah.
Perubahan suasana hati sering terjadi pada orang dengan gagal ginjal. Jika mengalami depresi atau kecemasan setelah memulai cuci darah, bicarakan dengan tim perawatan kesehatan tentang pilihan pengobatan yang efektif. Dsy7
Editor : Redaksi