SURABAYAPAGI.COM, Situbondo - Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, segera mematenkan bibit varietas baru BK-700 dan BK-900 sebagai bibit padi unggulan di kabupaten setempat.
"Setelah kita lihat bersama bulir padinya sangat banyak sekali. Bisa dua hingga tiga kali lipat dari jenis bibit padi biasanya," ujar Bupati Situbondo Karna Suswandi, di sela meninjau tanaman padi milik Kelompok Tani Sukatani di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jumat (8/10).
Baca juga: Sejumlah Hotel di Bondowoso Alami Pembatalan Reservasi Imbas Karhutla Kawasan Ijen
Menurut dia, berdasarkan hasil uji coba di lahan seluas 16 hektare, bibit padi BK-700 maupun BK-900 mampu meningkatkan produksi hingga dua kali lipat dari jenis padi yang biasanya ditanam oleh petani.
Kata Bupati Karna, perpaduan BK-900 dan BK-700 memiliki banyak keunggulan, mulai batang yang kuat dan per malai padi bisa berisi 500 hingga 700 bulir.
Baca juga: Warga Situbondo Andalkan Mata Air Berwarna Putih Imbas Kemarau Panjang
Bupati Karna Suswandi menambahkan, pada tahun depan bibit BK-Situbondo (BK-700 dan BK-900) sudah bisa beredar di pasaran, dan masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan bibit BK-Situbondo.
Baca juga: Turun Rp4 Ribu, Harga Ayam Potong di Situbondo Kini Rp36 Ribu per Kilogram
Astiyono, salah seorang petani Desa Sumberkolak mengakui bahwa bibit padi BK-900 dan BK-700 memiliki keunggulan. Yakni, bulir padi lebih banyak.
"Untuk perawatannya tidak jauh berbeda dengan padi biasanya, hanya saja untuk bibit padi varietas baru ini harus bisa menjaga pengairannya dan perlakuan pupuknya juga," katanya.
Bibit padi varietas BK-900 dan BK-700 memiliki keunggulan umur panen padi pendek atau lebih cepat dari bibit padi pada umumnya. Umur panen bibit padi BK-900 hanya 95 hingga 100 hari, sedangkan bibit padi pada umumnya mencapai 120 hari.
Editor : Moch Ilham