Penyaluran BLTD di Madiun Tuntas

surabayapagi.com
Penyaluran BLTD di Madiun Sabtu (30/10/2021).SP/KOMINFO JATIM

SURABAYAPAGI,Surabaya -  Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun telah tuntas diserahkan pada Sabtu (30/10/2021). Pasalnya BLTD ini sempat tertunda beberapa waktu karena masalah administrasi. BLTD diberikan dalam rangka penanganan dampak wabah COVID-19 tahun 2021 kepada sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

Dalam penyaluran BLTD di Madiun melibatkan pilar Sosial, antara lain TKSK dan Tagana untuk membantu dalam penyaluran tersebut. “Karena jumlah keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak banyak (hanya 231), maka penyaluran akan dilakukan melalui tiga Kecamatan saja, artinya KPM dari kelurahan kelurahan akan mengambil buku tabungan dan ATM nya di kantor Kecamatannya masing masing,” jelas Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Kabid rehabsos) Dinsos PPPA Kota Madiun Rita Susanti.

Baca juga: Penjualan Sapi Kurban di Madiun Lesu Imbas Nilai Rupiah Terjun Bebas ke Level Terendah

 “Sebelum mengisi daftar hadir, dikondisikan bagi KPM untuk swab antigen terlebih dahulu,” tambahnya.  Sebelum KPM menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari salah satu Bank Milik Negara (Himbara) yaitu bank BNI46 berupa buku tabungan dan ATM, Tagana ikut memeriksa dan menyinkronkan data KPM terlebih dahulu.

Baca juga: Mudahkan Masyarakat, Pemkot Madiun Fasilitasi 52 Jenis Layanan Terpusat di Mal Pelayanan Publik

 Dikecamatan Kartoharjo, Tagana juga selalu  mengingatkan serta menghimbau KPM agar mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam memakai masker dengan benar dan menjaga jarak dalam antrian.

 Dalam kesempatan ini, Pejuang Muda Kemensos (program pemberdayaan mahasiswa setara 20 SKS) juga hadir untuk belajar dan mencari pengalaman di lapangan secara langsung dengan melihat proses pendistribusian KKS BLTD tersebut. 

Baca juga: Progres Perbaikan Jalan di Kota Madiun Terpaksa Tertunda Imbas Harga Aspal Melonjak Naik

 Para Pejuang Muda tersebut ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi (magang) dengan Pemerintah daerah setempat, mereka diharapkan nantinya dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara Konkret.md1/na

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru