SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) Roudlotul Muttalim, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (18/11) siang.
Diketahui, dua ruang kelas sekolah setingkat Sekolah Dasar tersebut atapnya ambruk karena di sapu angin kencang sepekan lalu. Akibatnya, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dialihkan ke teras sekolah.
Baca juga: Gelapkan Uang Ratusan Juta, Admin Toko Keramik Mojokerto Terancam 2 tahun Kurungan
Kondisi tersebut, memantik keprihatinan Gus Barra, sapaan akrab Wabup Mojokerto. Selain memberi santunan uang kepada pihak Yayasan, petinggi Pemkab Mojokerto ini juga berjanji akan memperbaiki kerusakan atap hingga kembali pulih.
"Saya sudah koordinasi dengan Kepala sekolah dan pihak yayasan untuk menginventarisir kebutuhan perbaikan atapnya. Minggu depan mulai kita proses pengerjaannya," ujarnya.
Ketua ASCFoundation ini menyebut, ongkos perbaikan itu sengaja diambilkan dari kantong pribadinya. Karena jika menunggu bantuan APBD atau APBN prosesnya akan memakan waktu cukup lama.
"Pak Camat memang sudah bersurat ke Pemkab. Tapi kan urusan pemerintah ada mekanismenya. Makanya saya memilih menggunakan dana pribadi. Agar anak-anak itu tidak belajar diteras lagi," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Mojokerto Perkuat Perlindungan Jamsostek Pekerja Rentan melalui Optimalisasi DBHCHT
Gus Barra mengaku sudah menerjunkan Tim ASCFoundation untuk melakukan pemantauan dalam pengerjaan tersebut hingga selesai.
"Kalau saya lihat sementara bahan-bahan yang akan dipersiapkan tim saya adalah genteng, kayu, atap asbes. Tapi ini tadi saya lihat rangka itu dari jati. Kemungkinan pakai genteng saja, biar yang kayu kroposnya diganti," pungkasnya.
Sementara itu, Ainun Zazillah (12), salah satu siswi MI mengaku senang sekolahnya akan segera diperbaiki. Lantaran, ia dan kawan-kawannya tak merasa nyaman dengan kondisi pembelajaran di ruang terbuka.
Baca juga: An Namiroh Group Mojokerto Beri Hadiah Mobil Fortuner Untuk Apresiasi Mitra Agen
Ia menyebut, sejak 4 November 2021 atap dua ruang kelas, kantor, kamar kecil rusak parah karena kesapu angin kencang. Bahkan, saat ini terlihat lantai ruang perpustakaan terendam air hujan.
"Alhamdulillah sekolahnya mau diperbaiki, semoga bisa cepat kembali ke kelas. Di sini kurang nyaman, duduknya berdempet-dempetan," harapnya. Dwi
Editor : Moch Ilham