Musrenbang Kecamatan Magersari jadi Pembuka Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto 2027 di Tingkat Kecamatan

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota Ning Ita saat membuka musrenbang di Kecamatan Magersari
Walikota Ning Ita saat membuka musrenbang di Kecamatan Magersari

i

 

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai salah satu instrumen perencanaan pembangunan dengan pendekatan bottom up di Kota Mojokerto kini telah memasuki tahapan tingkat kecamatan. Musrenbang Kecamatan Magersari yang digelar pada Senin (23/2) menjadi pembuka rangkaian Musrenbang tingkat kecamatan se-Kota Mojokerto tahun ini.

Kegiatan tersebut menandai dimulainya proses penjaringan dan penyelarasan usulan pembangunan dari masyarakat di tingkat wilayah sebelum dibahas lebih lanjut pada forum tingkat kota.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Kembali menegaskan bahwa tema pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027 difokuskan pada peningkatan ketahanan ekonomi dan ketahanan sosial budaya melalui penguatan daya saing sektor unggulan. 

“Ketahanan ekonomi menjadi penting agar kita mampu berdikari. Namun kekuatan kita tidak hanya pada sumber daya alam dan ekonomi, melainkan juga pada ketahanan sosial budaya yang berbasis gotong royong,” tegasnya.


Dalam konteks penguatan ekonomi, Ning Ita menyebut UMKM sebagai salah satu sektor unggulan Kota Mojokerto. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, terdapat sekitar 16 ribu pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner, yang telah terdata dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Selain itu, sektor IKM alas kaki juga telah menunjukkan capaian ekspor.  “Potensi ini harus kita kelola dengan baik untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Pagi ini, Ning Ita juga menjelaskan terkait tantangan yang dihadapi Kota Mojokerto, terutama keterbatasan lahan yang kerap menjadi kendala dalam merealisasikan program prioritas nasional maupun investasi.

Banyak program pusat yang membutuhkan lahan luas belum dapat diakomodasi karena keterbatasan ruang di wilayah kota. Meski demikian, ia memastikan bahwa program prioritas nasional yang memungkinkan tetap akan diakses, selama persyaratan teknis, terutama ketersediaan lahan, dapat dipenuhi.

Musrenbang Kecamatan Magersari, tercatat sebanyak 86 usulan yang akan digodok dengan rincian 65 usulan pada pembangunan infrastruktur, 10 usulan pembangunan Sumber Daya Manusia serta 11 usulan untuk pembangunan ekonomi. Seluruh usulan tersebut akan dikaji dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam Panca Cita Kota Mojokerto. dwi

 

 

Berita Terbaru

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Akibat fenomena gelombang tinggi di laut selatan yang mencapai sekitar 2,5 meter membuat mayoritas nelayan di kawasan pesisir…

Advokat Edy Surati Pemkot, Minta Izin JPC Tak Diterbitkan

Advokat Edy Surati Pemkot, Minta Izin JPC Tak Diterbitkan

Selasa, 16 Jun 2026 11:36 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya PT Jatim Parkir Center (JPC) memperpanjang izin parkir di Jalan dr. Soetomo terancam menemui jalan buntu. Pengacara Edy S…

Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Musibah, Pemkab Sumenep Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Musibah, Pemkab Sumenep Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

Selasa, 16 Jun 2026 11:31 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Badan…

Tradisi Larung Tumpeng di Laut, Wujud Syukur Nelayan Pacitan Sambut 1 Muharam

Tradisi Larung Tumpeng di Laut, Wujud Syukur Nelayan Pacitan Sambut 1 Muharam

Selasa, 16 Jun 2026 11:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Ratusan nelayan dan masyarakat di Pacitan, menggelar Larung Tumpeng di perairan Samudera Indonesia, sebagai tradisi pergantian…

Tradisi Jamasan Pusaka, Bentuk Penghormatan Warisan Leluhur Sambut 1 Suro

Tradisi Jamasan Pusaka, Bentuk Penghormatan Warisan Leluhur Sambut 1 Suro

Selasa, 16 Jun 2026 11:18 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sejumlah masyarakat Jawa masih melestarikan tradisi jamasan pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur,…

Temukan Potensi Warisan Budaya, Pemkab Trenggalek Identifikasi Struktur Bata Kuno di Kamulan

Temukan Potensi Warisan Budaya, Pemkab Trenggalek Identifikasi Struktur Bata Kuno di Kamulan

Selasa, 16 Jun 2026 10:52 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai bagian dari upaya pelestarian potensi warisan budaya yang berada di wilayah Kabupaten Trenggalek, saat ini Pemerintah…