SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Ketua DPRD Gresik H Moch Abdul Qodir meminta pemkab setempat untuk mempercepat pemulihan ekonomi bagi pelaku UMKM seiring dengan menurunnya angka penderita Covid-19. Caranya, dengan memberikan mereka stimulus fiskal maupun non fiskal.
Permintaan itu disampaikan Ketua Dewan saat menggelar jumpa pers dengan para jurnalis di Ruang Komisi II DPRD Gresik, Senin (20/3/2022).
Baca juga: Pasca Lebaran 2026: Harga Plastik Melonjak 100 Persen, UMKM-Pedagang di Lamongan Menjerit
"Kami melalui komisi-komisi terkait akan segera mengagendakan pertemuan dengan Diskoperindag dan dinas terkait lainnya agar pemberian stimulus baik fiskal maupun non fiskal segera disalurkan kepada para pelaku UMKM," ujar Qodir yang juga didampingi Wakil Ketua Dewan Ahmad Nurhamim dan Ketua Komisi II Asroin Widiana.
Qodir menjelaskan, stimulus fiskal merupakan bantuan berupa modal dan peralatan bagi pelaku ekonomi kecil dalam kategori Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional.
"Dari sisi pemberian modal UMKM, kami akan mendorong Bank Gresik untuk berperan lebih aktif," katanya.
Baca juga: Momentum Musim Haji Jadi Berkah Bagi Pedagang Musiman pernak-pernik di Kediri
Sementara stimulus non fiskal, lanjut politisi senior PKB, bisa melalui pembebasan pajak dan retribusi daerah yang bisa dinikmati para pelaku UMKM yang selama ini sangat terdampak oleh kondisi pandemi.
Diharapkan, dengan pemberian stimulus fiskal dan nonfiskal bagi para pelaku UMKM dapat segera memulihkan kondisi ekonomi yang terpuruk selama pandemi berlangsung.
Baca juga: Jejak Reklamasi dan Izin yang Tertinggal: Mengurai Dugaan Pelanggaran di Pesisir Manyarejo
Sumber-sumber retribusi dari sektor yang dibebaskan itu sudah tidak masuk hitungan proyeksi pendapatan daerah. Jadi tidak akan mempengaruhi target PAD.
Editor : Moch Ilham