Bupati Non Aktif Probolinggo Bersama Suaminya, Dituntut 8 Tahun

surabayapagi.com
Suasana sidang di Pengadilan Tipikor atas kasus korupsi Bupati Probolinggo Nonaktif Puput Tantriana

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bupati nonaktif Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, dituntut 8 tahun penjara dan denda masing-masing Rp800 juta subsider kurungan penjara 6 bulan kurungan. Tuntutan ini dibacakan pada sidang  di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Kamis (21/4/2022).

Jaksa KPK Wawan Yunarwanto mengatakan kedua terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama.

Baca juga: Thariq Ungkap Fee Proyek 2,5 Miliar Saat Jadi Saksi Maidi

“Menuntut terdakwa 8 tahun penjara dan denda uang Rp800 juta subsider 6 bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp20 juta,” katanya dalam persidangan.

JPU menilai kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

Baca juga: KPK Anggap Bea Cukai Seolah Angin lalu Pencegahan Korupsi

Sementara itu, kuasa hukum kedua terdakwa Agus Sujatmoko mengatakan tuntutan yang diberikan kepada kedua kliennya dinilai tidak sebanding.

“Kami akan melakukan pembelaan keberatan atas tuntutan dari jaksa,” katanya.

Baca juga: Kawanan Nadiem, Dihukum Lebih Berat

KPK total menetapkan 22 tersangka dalam kasus suap tersebut. Puput bersama tiga orang lainnya merupakan penerima suap. Sementara 18 orang sebagai pemberi suap merupakan ASN Pemkab Probolinggo.

Sidang selanjutnya dijadwalkan pada Kamis pekan depan dengan agenda mendengarkan pledoi dari terdakwa. n bd, ham

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru