SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebagai pimpinan Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya AH. Thony akan terus berupaya untuk mengetuk hati Pemkot Surabaya agar mengulurkan tangan ke PMI.
Peran PMI Surabaya terus konsisten dalam mengemban misi kemanusiaan, namun hal itu tidak sebanding biaya biaya kompensasi untuk dokter yang ada di PMI Kota Surabaya.
Baca juga: Rehabilitasi Sekolah Khususnya Toilet, Pemkot Surabaya Optimalkan Dana BOPDA dan BOPNAS
Menurut AH. Thony nilai tersebut Thony cukup layak. Per hari, dokter-dokter tersebut hanya mendapatkan Rp 25 ribu. "Padahal, peran mereka sangat besar dalam melakukan tindakan kegawatdaruratan," katanya, Senin (27/6).
Thony sempat menanyakan keinginan para pejabat dan staf yang ada di PMI Kota Surabaya. Mereka memimpikan PMI Kota Surabaya memiliki rumah sakit yang bergerak di bidang darah.
Baca juga: Cak dan Ning Surabaya Dorong Kepemimpinan Anak Muda Menuju Indonesia Emas 2045
“Semoga Pemkot mendengar keinginan ini dan memberikan jalan keluar. Karena jika ini berhasil dibangun, bakal menjadi RS PMI pertama di Indonesia. Ini capaian luar biasa di bidang kemanusiaan,” ujarnya.
Meskipun PMI Surabaya tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah baik daerah, Provinsi mau Pemerintah Pusat PMI Surabaya terus melakukan pengembangan diri dengan membuka Sekolah Tinggi Teknologi Bank Darah. Disana, lulusan SLTA dididik untuk bisa mahir dalam pelayanan darah yang memadai, aman, dan berkualitas. Setelah lulus, mereka dipekerjakan di rumah sakit di Jawa Timur. Terakhir, PMI Kota Surabaya meluluskan 95 orang.
Baca juga: Penghuni Diminta Tertib, Pemkot Surabaya Segel 64 Unit Rusunawa Tanah Merah
“Tak melihat dari segi nilai akademik. Kami mengutamakan anak yang punya etos kerja tinggi dan kesungguhan. Bahkan, saat mereka memiliki keinginan kuat untuk sekolah namun terganjal finansial, dokter dari PMI yang mencarikan beasiswa. Ini juga menjadi bentuk totalitas kami dalam mengabdi untuk kemanusiaan,” ungkap Tri Siswanto. Alq
Editor : Moch Ilham