Pastikan Keandalan Sistem Kelistrikan Bali, Gubernur Bali Dukung PLN Tertibkan Peraturan Layang Layang

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Bali - Bermain layang-layang menjadi keasikan tersendiri bagi para pemainnya. Di Bali, bermain layang-layang tidak hanya sebagai kegemaran bahkan telah menjadi budaya serta merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan domestik hingga internasional.

Kegemaran ini kemudian menjadi perhatian khusus bagi PLN karena kerapkali menyebabkan terjadinya gangguan transmisi, mengingat saat ini rangkaian gelaran internasional KTT G20 telah berjalan.

Upaya antisipatif dilakukan PLN melalui sidak pada jalur-jalur transmisi, pendekatan kepada stakeholder dengan sosialisasi bahaya yang dapat ditimbulkan jika bermain layang-layang dengan radius yang dekat dengan jaringan transmisi.

Hal ini disampaikan oleh Manajer Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bali, I Made Sujaya, bahwa pihaknya secara intensif melakukan pengawasan dengan menyisir pada jalur-jalur transmisi yang ada di Bali.

“Kami terus berupaya untuk menjalin hubungan baik dengan warga, memberikan sosialisasi tentang bahaya bermain layang-layang dekat dengan tower transmisi serta dampak yang dapat diakibatkan jika layang-layang putus mengenai transmisi PLN," terang Made.

Made menambahkan, meskipun melalui pendekatan ini sudah menunjukkan adanya penurunan angka layang-layang kerapkali menjadi penyebab gangguan transmisi dari tahun sebelumnya, perhatian khusus terhadap layang-layang tetap dilakukan karena faktor layang-layang yang mengenai jaringan transmisi telah 3 kali dalam sepekan ini menjadi penyebab sistem kelistrikan Bali mengalami kedip.

“Pengambilan layang-layang tersangkut di jaringan transmisi secara signifikan menunjukkan angka penurunan dari tahun 2021 sejumlah 318 layang-layang, tahun 2022 ini menjadi 80 layang-layang. Tetapi, mengingat saat ini hingga November nanti akan ada KTT G20, komitmen PLN berupaya kami wujudkan untuk mendukung penuh gelaran event internasional tersebut. Akhir bulan lalu, hingga awal Agustus ini, senar layang-layang yang putus mengenai jaringan transmisi PLN terjadi di 2 titik lokasi yakni sekali SUTT 150 kV Sanur- Gianyar, dan 2 kali di SUTT 150 kV Sanur- Pesanggaran yang menyebabkan kedip dalam sistem kelistrikan," papar Made.

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Didik Fauzi Dakhlan, dalam keterangannya menyebutkan, komitmen PLN untuk menyediakan listrik andal untuk masyarakat utamanya untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan G20 di Bali, sehingga perihal layang-layang ini mendapatkan perhatian yang lebih serius karena penyebab kedip sistem kelistrikan ini juga berpengaruh dalam penyelenggaraan KTT G20 ini.

“Koordinasi yang baik sudah dilakukan oleh PLN dengan segala lapisan stakeholder. Pendekatan akan secara lebih intensif kami lakukan untuk pembahasan bermain layang-layang ini, terutama selama perhelatan G20 berlangsung. Tentunya kami juga membutuhkan dukungan dari segala lapisan agar upaya PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan ini dapat berhasil dengan masyarakat dapat lebih bijak bermain layang-layang," papar Didik.

Lebih lanjut, Didik juga menyampaikan dalam audiensi bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, pada Jumat (5/8), bahwa dukungan dari pemerintah daerah untuk ikut bersama menjaga keamanan infrastruktur PLN serta sistem kelistrikan di Bali menjadi hal penting bagi PLN.

“PLN menyampaikan ungkapan terima kasih kepada pemerintah provinsi Bali atas perhatiannya sehingga angka gangguan akibat layang-layang dapat menurun, selain itu PLN terus membutuhkan dukungan Gubernur Bali bersedia secara bersama-sama dengan PLN menjaga sistem kelistrikan Bali tetap andal. Termasuk mengenai bijak bermain layang-layang ini, terutama selama perhelatan G20 berlangsung. Selain itu, dukungan dari segala lapisan stakeholder agar upaya PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan ini dapat berhasil," ungkap Didik seusai audiensi dengan Gubernur Bali.

Menerima audiensi PLN, Gubernur Bali, I Wayan Koster, merespon positif keseriusan PLN untuk menjamin kelistrikan Bali tetap andal.

"Kami mendukung penuh upaya PLN dalam menyediakan listrik untuk kebutuhan masyarakat Bali, terlebih untuk kelancaran pelaksanaan KTT G20, karena ini adalah nama baik Indonesia. Terkait layang-layang, pemprov Bali telah mengeluarkan edaran Gubernur pada Maret lalu, agar tidak bermain layang-layang didekat jalur SUTT. Jelang siaga puncak KTT G20 nanti, kami akan sampaikan rilis khusus terkait peraturan bermain layang-layang agar tidak mengganggu keandalan kelistrikan," tegas Gubernur. By

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru